Pembinaan Mahasiswa Harus Terintegrasi Melalui Kolaborasi Berjenjang

Para narasumber dalam Sarasehan bertajuk “Peningkatan Kualitas Pembinaan Peserta ONMIPA: Peran Krusial Kepemimpinan Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan ONMIPA 2025 di Ruang Serbaguna Lantai 4 Kampus Unpad Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa, 18 November 2025. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari rangkaian Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2025, Universitas Padjadjaran selaku tuan rumah menyelenggarakan Sarasehan bertajuk “Peningkatan Kualitas Pembinaan Peserta ONMIPA: Peran Krusial Kepemimpinan Perguruan Tinggi”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 4 Kampus Unpad Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa, 18 November 2025, ini diikuti oleh 118 pembina dan peserta ONMIPA 2025.

“Kita memahami bahwa ada berbagai kegiatan di Belmawa (Direktorat Pembelajaraan Mahasiswa) yang menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan mahasiswa. Pembinaan seperti ini sangat penting dan menjadi hal yang krusial bagi kepemimpinan perguruan tinggi,” ujar Prof. Iman Rahayu selaku Ketua Panitia ONMIPA 2025 dalam sambutannya.

Prof. Iman berharap diskusi ini menjadi ruang untuk bertukar masukan dan pengalaman dari perwakilan berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, beragam pengalaman yang disampaikan penting untuk disinergikan dan dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat disampaikan kepada para pimpinan di kementerian.

Kegiatan Sarasehan menghadirkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. H. Mohammad Bazhar, M.Si. dan Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D. serta dimoderatori oleh Tim Pengembang ONMIPA 2025 Unpad Juliandri, M.Si., Ph.D. Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti pentingnya penguatan kualitas pembinaan mahasiswa sebagai fondasi utama dalam meningkatkan prestasi di berbagai kompetisi nasional.

“Pelaksanaan pembinaan di perguruan tinggi itu sangat penting supaya bisa meningkatkan kualitas peserta dan pembinaan. Saat ini terdapat banyak kompetisi yang berdekatan, sehingga perlu penataan agar seluruh kompetisi diposisikan secara setara, tanpa ada yang dianggap lebih tinggi dari yang lain,” papar Inu.

Sementara Prof. Bazhar dalam materinya menegaskan bahwa pembinaan mahasiswa harus dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi dan dukungan berjenjang dari tingkat fakultas hingga universitas

“Pembinaan itu sebenarnya adalah kolaborasi, jangan berjalan secara parsial. Bagaimana pembinaan bisa mengakomodir kegiatan-kegiatan supaya tidak terpisah-pisah,” ujar Prof. Bazhar.

Melalui kegiatan ini, para pembina dan peserta diharapkan memperoleh perspektif baru dalam memperkuat pola pembinaan dan meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya ekosistem pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan, sehingga mampu melahirkan lebih banyak talenta unggul yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.*

Share this: