Unpad Jadi Tuan Rumah Bina Talenta Indonesia 2025, Merajut Ke-Indonesia-an Lewat STEM dan Inovasi Pendidikan

Suasana pelaksanaan program Bina Talenta Indonesia (BTI) di Unpad Kampus Jatinangor yang dilaksanakan pada 9-16 November 2025. (Foto oleh: Dit. PNG Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional. Setelah melaksanakan program Bina Talenta Indonesia (BTI) secara daring yang diikuti 875 peserta dari seluruh Indonesia, Unpad melaksanakan program BTI secara luring yang diikuti oleh 71 siswa dan guru SMP dari 17 provinsi di Unpad Kampus Jatinangor pada 9-16 November 2025.

Tahun ini, Unpad dipercaya oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk menjadi tuan rumah Program Bina Talenta Indonesia, sebuah inisiatif strategis yang menumbuhkan generasi muda Indonesia unggul dalam sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta berkarakter kebangsaan dan berwawasan global.

Penunjukan Unpad sebagai penyelenggara utama sejalan dengan visi Unpad untuk menyelenggarakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh Indonesia. Dalam sambutan pembukaan mewakili Wakil Rektor I Unpad, Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Unpad merasa senang, bangga, dan terhormat menjadi tuan rumah adik-adik serta Bapak-Ibu sekalian yang datang dari jauh untuk mendapatkan ilmu dari para dosen Unpad, merasakan berbagai fasilitas yang Unpad miliki, dan tentunya bersilaturahmi dengan anak-anak berbakat serta guru-guru terbaik di Indonesia. Program ini sesuai dengan visi Unpad menyelenggarakan pendidikan inklusif,” ujar drg. Erli.

875 Peserta dari Seluruh Indonesia
Dalam laporannya, Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pengembangan Profesi Unpad Dr. dr. Insi Farisa Desy Arya, M.Si. menyampaikan bahwa tahap daring program ini telah diikuti oleh 875 peserta yang terdiri dari siswa SMP, SMA, dan para guru pembimbing dari seluruh Indonesia.

“Para peserta dibagi ke dalam 41 kelas yang diampu oleh 90 dosen Unpad dari berbagai fakultas. Dari setiap kelas dipilih peserta terbaik untuk mengikuti BTI luring yang hari ini resmi kita buka. BTI luring Unpad diikuti oleh 71 siswa dan guru SMP dari 17 provinsi di Indonesia,” terang Insi Farisa dalam sambutannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, para peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Manokwari yang berjarak lebih dari 3.100 kilometer dari Jatinangor, Tual, Mahakam Ulu, Bone, Palangkaraya, Malinau, Manggarai, Kutai Timur, Enrekang, Kolaka, Wakatobi, serta berbagai daerah di Pulau Jawa.

Program BTI luring yang berlangsung 9–16 November 2025 menghadirkan pengalaman belajar STEM yang aplikatif dan menyenangkan. Sebanyak 25 dosen Unpad mendampingi peserta dalam berbagai sesi praktikum, eksperimen, dan kunjungan lapangan ke Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu Unpad, Finder (Pusat Unggulan Iptek dibidang Nanoteknologi, Inovasi dan Transfer Teknologi), serta Laboratorium Geofisika Kebencanaan.

Selain kegiatan akademik, peserta juga berkesempatan mengikuti Meet & Greet bersama para ilmuwan dan insinyur Unpad yang membagikan kisah inspiratif mengenai riset, inovasi, dan kontribusi mereka bagi bangsa.

Sebagai penutup, peserta akan menampilkan hasil karya dan ide inovatif mereka dalam Pameran STEM BTI Unpad 2025, yang merefleksikan kemampuan anak bangsa memadukan ilmu pengetahuan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Program ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan talenta, tetapi juga ruang silaturahmi dan persaudaraan ilmiah antar generasi dari seluruh pelosok nusantara.

“Kami ingin para peserta pulang membawa semangat baru bahwa ilmu dan inovasi bisa lahir dari mana saja, dari Manokwari hingga Jatinangor, dan Unpad selalu terbuka untuk menjadi rumah bagi semua,” tutup drg. Erli dalam pernyataan penutupnya.

Dengan penyelenggaraan BTI 2025, Unpad tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan nasional, tetapi juga penjaga semangat ke-Indonesia-an, tempat di mana ilmu pengetahuan, kebinekaan, dan cita-cita kemajuan berpadu menjadi langkah nyata menuju masa depan pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global.* (Rilis oleh: Dit. PNG Unpad)

Share this: