





[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran tengah menerapkan sistem gerbang otomatis (automatic gate system) di seluruh gerbang Unpad Kampus Jatinangor sebagai bagian dari upaya penguatan program Green Campus. Sistem ini diterapkan untuk menata mobilitas kendaraan di lingkungan kampus agar lebih tertib dan aman, sekaligus mendukung pengelolaan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
”Tujuan besar kita adalah mereduksi jumlah karbon yang ada di lingkungan Unpad, karena salah satu parameter kampus ramah lingkungan adalah tidak terlalu banyak jejak karbon yang ditinggalkan di dalam kampus,” jelas Dr. Irwan Ary Dharmawan, selaku Kepala Pusat Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (PK3L) Unpad dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Kamis, 18 Desember 2025.
Irwan menegaskan bahwa penerapan sistem gerbang otomatis ini bukan merupakan kebijakan parkir berbayar, melainkan semata-mata ditujukan untuk kepentingan pendataan kendaraan. Pendataan tersebut dilakukan guna mendukung pengelolaan mobilitas, peningkatan keamanan, serta perencanaan lingkungan kampus yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Unpad telah melakukan pendataan kendaraan bermotor melalui aplikasi SAUnpad (Baca: Dukung Kampus Hijau, Unpad Lakukan Pendataan Kendaraan Bermotor yang Masuk ke Lingkungan Kampus). Sistem gerbang otomatis ini terintegrasi dengan SAUnpad, sehingga mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mendaftarkan kendaraan untuk memperoleh kode QR sebagai akses masuk kampus, sementara alumni diberikan masa perpanjangan akses hingga satu tahun setelah lulus.
Irwan menargetkan sistem gerbang otomatis ini dapat digunakan pada semester genap tahun 2026. Sebelum diterapkan secara penuh, Unpad akan melakukan tahap uji coba dan evaluasi guna memastikan sistem berjalan optimal. Nantinya, sistem ini akan menggunakan kamera berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mempermudah proses identifikasi dan akses masuk kendaraan yang telah terdaftar melalui aplikasi SAUnpad.
”Sistem ini (gerbang otomatis) bertujuan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang masuk ke Unpad dan pola mobilitasnya di dalam kampus. Selain itu, juga untuk meningkatkan aspek keamanan dan ketertiban,” jelas Irwan.
Lebih lanjut, Irwan mengatakan bahwa Unpad ingin menumbuhkan kesadaran (awareness) keluarga besar Unpad terhadap kepedulian lingkungan secara menyeluruh. Menurutnya, emisi karbon tidak hanya berasal dari kendaraan bermotor, tetapi juga dari penggunaan energi listrik. Oleh karena itu, K3L Unpad tengah menyiapkan pengingat berupa stiker yang akan ditempelkan di berbagai titik di lingkungan kampus untuk mendorong kebiasaan hemat listrik.
“Kami sedang berupaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Jika kita sayang pada bumi, maka kepedulian itu harus dimulai dari diri kita masing-masing,” pungkas Irwan.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)



