Kolaborasi Empat Perguruan Tinggi, Prodi Sosiologi Unpad Gelar Webinar

Suasana webinar “Inovasi Sosial untuk Masalah Sosial”, Senin (19/6/2023).*

Laporan oleh Salsabila Diah Diometa

[Kanal Media Unpad] Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menggelar webinar dengan tajuk “Inovasi Sosial untuk Masalah Sosial” secara daring melalui platform Zoom pada Senin, (19/6/2023). Acara ini diikuti oleh mahasiswa Sosiologi dari berbagai universitas.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, webinar ini diadakan dalam rangka mencerdaskan generasi muda, khususnya mahasiswa Sosiologi terhadap isu masalah sosial. Selain itu, webinar ini juga merupakan implementasi dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Webinar dibuka oleh Ketua Program Studi Universitas Padjadjaran, Dr. Hery Wibowo. Menurut Hery, acara ini merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, di mana dibangun kolaborasi dengan empat Program Studi Sosiologi dari empat kampus berbeda.

Kegiatan webinar dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara utama, yaitu Kepala Departemen Sosiologi FISIP Unpad Prof. Dr. R. Nunung Nurwaty. Dalam paparannya, Prof. Nunung menyampaikan ragam bentuk dan jenis permasalahan sosial di perkotaan. Tak lupa pula disampaikan ajakan kepada peserta untuk meningkatkan empati dan kepedulian sosial terhadap ragam permasalahan sosial di sekitar kita.

Setelah pemaparan dari Prof. Nunung, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antar mahasiswa yang terbagi dalam beberapa ruangan Zoom. Inti utama dari acara ini adalah berbagi pengalaman praktik inovasi sosial untuk masalah sosial yang telah dikerjakan oleh mahasiswa Prodi Sosiologi Unpad untuk dikupas dan didiskusikan bersama.

Diskusi berjalan dengan sangat menarik dan interaktif, dimana masing-masing utusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi aktif terlibat dalam diskusi.

Adapun tema dan aksi inovasi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Sosiologi Unpad, yaitu Kelompok 1 mengenai perubahan iklim dengan fokus isu dampak dari masalah plastik; Kelompok 2 mengenai fenomenologi pendidikan anak pada keluarga yang mengalami KDRT; Kelompok 3 transformasi, rekonstruksi, dan optimalisasi total aksesibilitas rakyat Jatinangor.

Kelompok 4 membahas pemberdayaan UMKM lokal di kawasan Jatinangor; Kelompok 5 gerakan mahasiswa sanitasi lingkungan di Jatinangor; serta Kelompok 6 program pengelolaan sampah pada masyarakat Jatinangor.

Menurut Hery, harapan lain dari penyelenggaraan acara ini adalah menjalin hubungan dan

kolaborasi dengan para profesional dan rekan sebidang Sosiologi antar universitas melalui sesi diskusi dan jaringan yang interaktif. Acara ini juga dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang inovasi sosial serta bagaimana mengaplikasikannya dalam konteks masalah sosial.

Adapun empat Prodi Sosiologi tersebut berasal dari Unpad, UIN Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, Universitas Haluoleo, dan Universitas Terbuka. (rilis)*

Share this: