Laporan oleh Anggi Kusuma Putri
[Kanal Media Unpad] Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Aura Zahradiva Penggalih berhasil meraih juara atribut sebagai Duta Bahasa Media Sosial dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2023 yang dilaksanakan di Hotel Aston Tropicana, Cihampelas, Bandung, Rabu (21/6/2023).
Kepada tim Kanal Media Unpad, Aura menyampaikan bahwa dirinya perlu melewati proses seleksi yang cukup panjang hingga pada akhirnya ia berhasil masuk ke dalam 40 besar dan bisa hadir di acara final.
Aura menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dari seleksi administrasi. Pada tahap ini peserta harus mengisi formulir yang tersedia serta mengumpulkan esai berbahasa Indonesia dengan topik “Dinamika Bahasa dan Sastra di Era Digital”. Proses seleksi dilanjutkan dengan psikotes dan membuat krida atau program yang akan dijalankan selama menjadi duta bahasa.
“Waktu itu aku membuat krida-nya berbentuk siniar yang namanya Siniar Kebahasaan dan Kebudayaan atau Sikabayan,” jelas Aura.
Tidak hanya itu, Aura menyampaikan bahwa peserta juga melakukan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) serta diberikan pembekalan yang dilakukan secara luring dan daring. Selanjutnya, ada sesi pemotretan dan juga uji wicara publik, hingga akhirnya masuk ke dalam tahap final yang terdiri dari final 1 dan final 2.
“Di final 1 itu kita mempresentasikan krida kita dalam bahasa Indonesia selama 1 menit. Lalu ada pertanyaan 3 bahasa dari dewan juri. Untuk sesi final kedua ada wicara publik tentang kebahasaan khususnya di media digital, tapi sesi final kedua ini aku tidak ikut karena itu untuk 18 besar,” ujar Aura.
Selanjutnya Aura menjelaskan bahwa juara atribut sebagai Duta Bahasa Media Sosial yang dia raih dinilai berdasarkan media sosial serta perhitungan jumlah suka dan komentar yang ada di laman Instagram Duta Bahasa Jawa Barat.
Aura juga menyampaikan bahwa dia sangat menikmati setiap proses yang dia lewati selama seleksi berlangsung. Aura juga merasa sangat bersyukur dan terharu ketika dipasangkan samir Duta Bahasa ketika final berlangsung.
“Bersyukur banget karena selama proses seleksi ini aku tidak sendirian, aku didukung banget sama teman-teman angkatan, khususnya dari prodi sendiri itu sangat-sangat mendukung,” kata Aura.
Tidak hanya itu, Aura juga menyampaikan harapannya agar anak muda khususnya yang berada di Jawa Barat serta memiliki ketertarikan terhadap bahasa, sastra, dan budaya untuk mengikuti ajang pemilihan duta bahasa.
“Kita sebagai generasi muda di tengah gempuran teknologi digital harus bisa menempatkan dengan tepat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, memartabatkan bahasa Indonesia di negara kita sendiri, dan jangan lupa untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” kata Aura. (art)*
