Laporan oleh Anggi Kusuma Putri
[Kanal Media Unpad] Tim KKN Universitas Padjadjaran di Desa Kertayasa, Cijulang, Kabupaten Pangandaran mengadakan pelatihan kepada para pemandu wisata di destinasi wisata Green Canyon mengenai public speaking dan pertolongan pertama pada Minggu (7/1/2024).
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan sektor pariwisata di Desa Kertayasa sebagai desa pariwisata yang berkembang.
Dede Mendoel sebagai pemandu kegiatan body rafting mengungkapkan bahwa SDM yang masih terbatas dalam berbahasa dan pengetahuan terkait pertolongan pertama menjadi salah satu hambatan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Kertayasa.
“Wisata ini sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun, SDM yang ada memiliki keterbatasan dalam berbahasa dan pertolongan pertama,” kata Dede dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.
Tidak hanya memberikan informasi, kelompok KKN Unpad juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbudaya di Desa Kertayasa.
Tim KKN Unpad yang beranggotakan 25 mahasiswa dari berbagai fakultas ini melakukan penyuluhan mengenai public speaking agar para pemandu wisata dapat mendampingi wisatawan lokal maupun mancanegara dengan maksimal.
Kegiatan ini membahas hal yang perlu diperhatikan ketika berkomunikasi dengan wisatawan. Mereka menyampaikan pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas, membangun kepercayaan diri, serta penyampaian informasi dengan penuh keyakinan kepada para pengunjung.
Materi yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada keahlian berbicara saja, tetapi juga menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan saat menjalankan tugas. Hal ini merupakan sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat membawa dampak besar dalam meningkatkan pengalaman wisata di Green Canyon.
Selanjutnya, Tim KKN Unpad melakukan penyuluhan mengenai pertolongan pertama dalam kecelakaan di wisata body rafting. Cholil selaku Ketua Bumdes mengatakan bahwa edukasi tersebut sangat bermanfaat karena para pemandu belum pernah mendapatkan edukasi terkait pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan.
Edukasi yang diberikan didasarkan pada informasi yang diterima dari para pemandu. Mereka mengatakan kasus yang sering ditemui adalah wisatawan yang kehilangan kesadaran, kedinginan, dan keram. Dalam edukasi tersebut, pemandu dapat melihat salah satu prosedur dalam menangani seseorang yang tidak sadarkan diri tetapi masih bernapas, yaitu recovery position.
Tidak hanya bermanfaat bagi para pemandu, edukasi yang diberikan juga sangat penting bagi para wisatawan. Melalui edukasi ini para pemandu wisata dapat menurunkan tingkat kepanikan wisatawan ketika menghadapi keadaan tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan para pemandu wisata. Pelatihan yang diberikan seperti cara memberikan arahan, menawarkan sesuatu, dan juga memberi tahu perilaku yang turis asing tidak sukai kepada para pemandu.
Tidak hanya itu, kegiatan penyuluhan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara mahasiswa, pemandu, dan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata. Melalui kegiatan penyulihan ini kelompok KKN Unpad berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas serta kesadaran terkait wisata body rafting di Green Canyon, Kabupaten Pangandaran. (rilis)*
