Laporan oleh Salsabila Andiana dan Ismail Cahya Putra
[Kanal Media Unpad] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran mengadakan kuliah umum “Strengthening Education and Collaboration between Indonesia and Ukraine: Opportunities and Challenges” di Ruang Seminar, Gedung FISIP Unpad, Jatinangor, Selasa (9/1/2024). Kuliah umum diisi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Ukraina untuk RI Dr. Vasyl Hamianin.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi S., S.IP., S.Si., M.T., M.Si (Han), mengatakan bahwa meskipun Ukraina kurang populer dibandingkan negara-negara Eropa Barat sebagai negara tujuan bagi pelajar, negara ini menduduki peringkat keempat dalam jumlah lulusan pendidikan tinggi di Eropa.
Karena itu, Ia berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Ukraina memiliki hasil yang baik.
“Saya percaya bahwa kerja sama pendidikan tinggi dengan jangka panjang antara kedua negara adalah salah satu cara untuk saling mengenal, memahami, dan mendukung satu sama lain antara kedua negara,” ujarnya.
Dalam kuliah yang dihadiri oleh sejumlah akademik dan mahasiswa FISIP Unpad, Vasyl menjelaskan mengenai sistem edukasi di Ukraina. “Sistem pendidikan di Ukraina cukup berkembang dan kami memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan. Saya kira lebih dari 60% penduduk Ukraina memiliki pendidikan tinggi,” ujarnya.
Vasyl menambahkan bahwa sistem pendidikan Ukraina dirancang untuk dapat diakses oleh orang-orang di Ukraina dan dari seluruh dunia. “Itulah sebabnya saya berharap bahwa hubungan antara universitas di Ukraina dan di negara lain dapat terus dibangun,” harapnya.
Duta Besar yang juga seorang dosen tersebut menjelaskan bahwa guru hanya memberikan bimbingan dan pengetahuan. Sementara tanggung jawab utama terletak pada pembelajaran mandiri.
Maka dari itu, dalam sistem dan proses pendidikan dan proses pendidikan, penting bagi tiap individu untuk tidak terjebak dalam disinformasi, teori konspirasi, atau pemikiran yang menyesatkan.
“Selalu berpikir secara kritis dan jangan pernah ragu untuk mengajukan pertanyaan,” sarannya.
Tidak hanya itu, ia berharap agar suatu hari, kerja sama antara Indonesia dan Ukraina bisa terwujud, khususnya dalam bidang pendidikan. Mahasiswa Indonesia diharapkan dapat belajar di Ukraina setelah perang dinyatakan berakhir dan situasinya aman bagi mahasiswa asing.
“Saya yakin kalian akan menikmatinya, Ukraina adalah tempat yang bagus untuk didatangi,” ajaknya. (arm)*
