Unpad Buka Kesempatan Kolaborasi Pembangunan RSPTN Melalui Skema KPBU

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyampaikan profil mengenai RS Unpad Market Sounding Proyek KPBU Rumah Sakit Unpad, Senin (5/2/2024).*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran membuka kesempatan kolaborasi kepada badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Rumah Sakit Unpad. Hal ini disampaikan melalui rangkaian kegiatan Market Sounding Proyek KPBU Rumah Sakit Unpad yang diselenggarakan pada 5 – 6 Februari 2024.

Penjajakan minat pasar diawali dengan sesi daring (online) pada Senin (5/2/2024) dihadiri oleh pimpinan Bappenas RI, perwakilan Kementerian Keuangan RI, Pimpinan Unpad dan Simpul KPBU, direksi RS Unpad, serta calon mitra badan usaha KPBU Rumah Sakit Unpad. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi luring (offline) one-on-one antara Unpad dan para mitra di di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Kurniawan Ariadi saat menyampaikan sambutan pada sesi daring, mengatakan bahwa Proyek KPBU Rumah Sakit Unpad merupakan pilot project KPBU di sektor rumah sakit pendidikan tinggi sehingga siap didukung dan didampingi pelaksanaannya oleh Kantor Bersama KPBU.

“Semoga melalui kegiatan ini, dapat diperoleh masukan dari para pelaku usaha untuk menyempurnakan kualitas KPBU dan Proyek KPBU Rumah Sakit Unpad bisa mendapatkan minat terbaik investor maupun lembaga jasa keuangan melalui informasi komprehensif dari Unpad,”  ujar Kurniawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan cita-cita Unpad sejak lama yang cukup krusial untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik melalui kolaborasi dengan badan usaha dengan skema KPBU yang di-support oleh Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kemendikbudristek RI.

“Kami berharap melalui market sounding kedua yang kami selenggarakan, (terhimpun) gambaran keinginan market sehingga saat kerja sama didapatkan bentuk yang paling menguntungkan baik bagi pemerintah (Unpad) maupun badan usaha untuk mendorong berkembangnya pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Pembangunan RSPTN Unpad dilakukan dalam dua tahap. Saat ini pembangunan tahap pertama berupa Gedung A telah selesai dilakukan melalui dana Unpad dan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rencananya, gedung A akan beroperasi di kuartal pertama 2024.

Selanjutnya untuk memfasilitasi adanya kebutuhan kapasitas tambahan untuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian maka dilakukan pengembangan Gedung B dan C rumah sakit dengan skema KPBU yang diharapkan dimulai konstruksinya di tahun 2025.

Lingkup proyek yang akan dikerjasamakan dengan badan usaha meliputi desain, konstruksi dan pembiayaan pembangunan Gedung B dan C, pemeliharaan Rumah Sakit Unpad, pengoperasian layanan laundry, waste serta tiga layanan yang akan ditawarkan untuk dijalankan oleh badan usaha meliputi laboratorium, radioterapi dan kedokteran nuklir.

Sumber daya manusia yang memadai dari Unpad serta lokasi rumah sakit yang mudah diakses dari berbagai daerah dan moda transportasi diharapkan dapat membuat Rumah Sakit Unpad dapat berjalan (beroperasi) dengan baik. (rilis)*

Share this: