22 Peneliti dari 11 Negara OKI Belajar Teknologi Vaksin di Unpad

Foto bersama dengan 22 peneliti dari 11 negara anggota OKI dalam program "COMSTECH Fellowship Program for Research and Advance Training in Virology and Vaccine Technologies” di Laboratorium Sentral Unpad, Jatinangor, Senin (15/7/2024). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menjadi salah satu lokasi pembelajaran teknologi vaksin bagi para peneliti dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Tahun ini, sebanyak 22 peneliti dari 11 negara OKI datang ke kampus Unpad melalui program “COMSTECH Fellowship Program for Research and Advance Training in Virology and Vaccine Technologies”.

Program ini merupakan kolaborasi Laboratorium Sentral Unpad dengan PT Bio Farma. Program tersebut secara resmi dibuka di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang, Senin (15/7/2024). Kegiatan ini merupakan kegiatan gelombang ke-3 yang dilaksanakan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan bahwa COMSTECH Fellowship Program merupakan program yang sangat bermanfaat karena berkaitan dengan konteks ilmiah dan kemitraan strategis antar negara dalam ruang lingkup internasional.

“Program ini sangat relevan bagi Unpad karena terkait dengan visi dan misi kami saat ini,” ujar Rektor.

Rektor menyebutkan bahwa pelatihan lanjutan untuk teknologi virologi dan vaksin yang akan dilakukan dalam program in merupakan penelitian yang sangat penting untuk sektor kesehatan, terutama setelah adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Setelah pandemi, kami memiliki banyak pengalaman yang menunjukkan bahwa kami memerlukan banyak prototipe, banyak penelitian lanjutan, banyak inovasi di sektor kesehatan, terutama di bidang virologi dan vaksin,” jelasnya.

Menurut Rektor, pelatihan ini dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kemampuan para peneliti, khususnya negara anggota OKI dalam mengembangkan inovasi-inovasi untuk menghasilkan prototipe dalam teknologi kesehatan secara berkelanjutan dan konsisten.

“Jadi, mari kita tingkatkan kemitraan kita di antara negara-negara Islam untuk tujuan ini,” harap Rektor.

Direktur Pemasaran PT Bio Farma Dr. Kamelia Faisal, MARS. mengatakan bahwa COMSTECH Fellowship Program yang diikuti oleh negara-negara OKI merupakan simbol kerja sama global dalam membangun hubungan yang berharga antara ilmuwan berbakat dan regulator kesehatan dari negara-negara Islam.

“Dengan bersatu untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keahlian, kita tidak hanya memperkaya diri sendiri tetapi juga berkontribusi pada kemajuan besar dalam perawatan kesehatan dan penanggulangan penyakit menular secara global,” jelas Kamelia.

Lebih lanjut, Kamelia mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta pelatihan selama program berlangsung dapat mendorong untuk berkontribusi dalam kemajuan kesehatan di negara masing-masing

“Dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkolaborasi di bidang virologi atau teknologi vaksin, program-program ini akan memainkan peran penting dalam memajukan kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan di area-area kritis ini,” jelasnya.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat mengatakan bahwa Laboratorium Sentral merupakan mitra yang tepat bagi PT Bio Farma dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat regional untuk penelitian, produksi, dan distribusi vaksin. WHO telah menunjuk PT Bio Farma sebagai salah satu penerima transfer teknologi vaksin RNA untuk mencapai keunggulan dalam memastikan kemandirian vaksin di Indonesia.

“Saya berharap bahwa pelatihan di Universitas Padjadjaran ini akan memperluas pengetahuan dan kompetensi dalam penelitian dan pengembangan biologi serta teknologi vaksin.,” jelas Tri.

Perkaya Wawasan

Dalam kegiatan ini, 22 peserta dari 11 negara hadir sebagai partisipan program, salah satunya adalah Malaysia dan Uganda.

Melalui wawancara dengan Kanal Media Unpad, Dr. Nurulfiza Mat Isa dari Universiti Putra Malaya, Malaysia mengatakan bahwa ini merupakan kali kedua bagi Malaysia dalam mengikuti COMSTECH Fellowship Program. Melalui program ini, Nurulfiza berharap mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam hal pelatihan industri.

“Saya percaya bahwa program ini, dengan cara tertentu, disesuaikan dengan perspektif industri, yang terkait dengan perusahaan biofarmasi, yaitu Bio Farma. Tentu saja, saya ingin belajar banyak dari universitas ini,” harapnya.

Mwambi Bashir, partisipan dari International Health Sciences University, Uganda mengatakan bahwa dengan adanya program ini, dapat membantu dalam memahami bagaimana cara mengimplementasikan hasil penelitian ke dalam praktik.

“Di universitas ini, dapat melihat ada banyak integrasi antara tahap awal penelitian ilmiah dengan tahap implementasi dan produksi. Ini memberikan wawasan baru bagi saya,” ujar Mwambi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka “Internship COMSTECH-OIC Fellowship Programme” yang akan diselenggarakan di Laboratorium Sentral (OIC Central of Exclellence for Halal Vaccine on Biotechnology) Unpad pada 15 sampai 25 Juli 2024. (arm)*

Share this: