Tiga guru besar baru Universitas Padjadjaran yang baru saja menerima Surat Keputusan Mendikbudristek RI di Ruang Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (17/7/2024). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memiliki tiga guru besar baru yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Farmasi. Tiga guru besar ini menambah khazanah kepakaran sesuai dengan bidang ilmu yang ada di Unpad.

Tiga guru besar baru tersebut ialah Prof. Dr. Sri Endah Rahayuningsih, dr., Sp.A(K)., sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kedokteran Anak pada Fakultas Kedokteran, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., PhD, sebagai Guru Besar bidang Ilmu Psikologi Kesehatan pada Fakultas Psikologi, dan Prof. Dr. Sri Agung Fitri Kusuma, Apt., M.Si., sebagai Guru Besar bidang Ilmu Mikrobiologi pada Fakultas Farmasi.

Di hadapan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti serta sejumlah pimpinan universitas dan fakultas, tiga guru besar tersebut menyampaikan paparan singkat mengenai keilmuan yang digelutinya dalam acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen di Ruang Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (17/7/2024).

Prof. Sri Endah Rahayuningsih

Prof. Sri merupakan seorang pediatric cardiologist yang berkecimpung di bidang penyakit jantung bawaan. Penyakit ini merupakan kelainan struktural yang terjadi pada saat emriogenesis jantung pada masa janin. Sekitar tiga persen dari penyebab kelainan tersebut adalah akibat mutasi gen dan kromosom.

Penelitian Prof. Sri menemukan adanya mutasi gen GATA4 pada anak-anak dengan atrial septal defect, kemudian pada gen NKX2.5 pada ventricular septal defect. Selain itu, Prof. Sri dan tim tengah mengembangkan teknik intervensi kardiologi dengan menutup sejumlah defect melalui teknik kateterisasi jantung.

Prof. Sri bersama rekan sejawat telah menyusun algoritma screening penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir yang sehat dengan menggunakan pulse oxymetry. Hasil pemikiran yang lain adalah penyusunan buku ajar untuk mahasiswa Sarjana hingga Subspesialis.

Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan

Kepakaran Prof. Rosie, sapaan akrabnya, lebih banyak melakukan prevensi, promosi, dan pelayanan paliatif. Penelitiannya di bidang psikologi kesehatan dimulai sejak masa pendidikan Doktoralnya, yaitu membuat program prevensi untuk HIV pada siswa SMP di Kota Bandung. Program bertajuk Hebat (Hidup Sehat Bersama Sahabat) ini telah diterapkan dan masing berlangsung di 40 SMP di Kota Bandung.

Penelitian Prof. Rosie kemudian dilanjutkan kepada pelayanan kesehatan mental di perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat diterapkan di Unpad dan menjadi contoh perguruan tinggi lain yang memberikan pelayanan kesehatan mental bagi mahasiswanya.

Prof. Rosie juga tengah mengembangan screening digital untuk mengetahui apakah seseorang yang datang ke tempat praktik psikologi itu dapat dilakukan oleh psikolog umum atau klinis. “Ini memang sesuatu yang baru, sehingga kami harapkan dari screening tools yang dikembangkan dapat diidentifikasi mana hal-hal yang dilakukan psikolog umum dan mahasiswa yang belajar di program profesi,” ujarnya.

Prof. Sri Agung Fitri Kusuma

Prof. Sri Agung berfokus pada penelitian mengenai pencarian antimikroba, resistensi mikroba, serta pengembangan deteksi mikroba dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. Sejak 2017, penelitian berfokus pada penyakit tuberkulosis.

Hasil dari penelitian yang dilakukan, Prof. Sri Agung berhasil mengembangkan antigen untuk deteksi Tb. Ia juga sudah membuat sejumlah antibodi untuk antigen Tb yang dikembangan dari igY. Pemilihan igY didasarkan karena jauh lebih spesifik dibandingkan dengan produk komersial.

“Ini menjadi tantangan kami ke depan, bukan hanya bisa menghasilkan antibodi terhadap Tb berbasis igY, tetapi kami juga akan mendeteksi patogen penyebab penyakit infeksi lainnya,” ujarnya.*

Share this: