Pakar Unpad Ungkap Potensi Tumbuhan Aglalia Sebagai Antikanker

Prof. Dr. Desi Harneti Putri Huspa, M.Si. (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prof. Dr. Desi Harneti Putri Huspa, M.Si., melakukan penelitian mengenai potensi tumbuhan aglalia sebagai antikanker. Penggunaan bahan alam untuk antikanker dinilai memiliki toksisitas minimum terhadap jaringan sehat.

Sejak tahun 2009 hingga saat ini, Kelompok Bidang Keilmuan (KBK) Kimia Bahan Alam dan Sintesis Departemen Kimia FMIPA Unpad terus melakukan upaya untuk memperoleh senyawa yang bersifat sitotoksik dari tumbuhan aglaia Indonesia yaitu Aglaia smithii, A. eximia, A. elliptica, A. argentea, A. elaeagneodeae, A. minahasaeae, A. harmsiana, A. angustifolia, A. grandis, A. simplicifolia, dan A. cucullata, beserta hasil uji aktivitas sitotoksiknya terhadap beberapa sel kanker.

Metode penelitian yang dilakukan dalam upaya untuk mencari senyawa bahan alam yang memiliki aktivitas sitotoksik adalah dengan preparasi sampel, ekstraksi, pemisahan dan pemurnian, elusidasi struktur senyawa isolat dengan metode spektroskopi IR, UV,1D dan 2D NMR, MS, dan perhitungan kimia komputasi (DFT), pengujian aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker dengan MTT assay, dan studi hubungan struktur dengan aktivitasnya terhadap beberapa sel kanker. 

Ia dan tim telah berhasil mengisolasi dua belas senyawa triterpenoid dari kulit batang A. smithiii, A.eximia dan A. glabrata, dengan stuktur dan aktivitas sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388.

Secara keseluruhan, berbagai penelitian telah berhasil diisolasi tiga puluh delapan triterpenoid dari sebelas tumbuhan aglaia Indonesia.  Hasil uji selektifitas merekomendasikan dua senyawa triterpenoid untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dalam pencarian kandidat obat antikanker payudara dan melanoma.

“Penelitian lanjutan untuk mengungkap khasiat tumbuhan Indonesia harus terus dilakukan sebagai wujud syukur atas karunia Allah swt, yaitu kekayaan alam Indonesia agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia,” kata Prof. Desi.

Hal tersebut disampaikan Prof. Desi saat membacakan Orasi Ilmiah berjudul “Penemuan Terbaru Senyawa Triterpenoid dari Tumbuhan Aglaia Indonesia dan Potensinya sebagai Kandidat Obat Antikanker” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Rabu (24/7/2024).

Orasi ilmiah tersebut berkenaan dengan penerimaan jabatan guru besar dalam bidang Ilmu Kimia Organik Bahan Alam pada FMIPA Unpad.

Menurutnya, penelitian ini memerlukan pusat riset yang terdiri atas bidang kimia medis, kemometri, farmasi, kedokteran, dan pertanian. 

“Ketersediaan instrumen-instrumen prinsip seyogianya tersedia di kampus seperti instrument NMR untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian,” kata Prof. Desi.

Pada kesempatan tersebut Prof. Desi mengatakan bahwa senyawa bahan alam dengan aktivitas anti tumor yang kuat dan toksisitas minimum terhadap jaringan sehat disarankan untuk digunakan secara sinergis bersamaan dengan obat antikanker konvensional. 

Struktur senyawa bahan alam yang telah menunjukkan efektifitas dan selektifitas yang baik digunakan sebagai model untuk mengembangkan obat baru, dengan manfaat yang sama atau lebih baik. 

“Terapi kombinasi dengan senyawa bahan alam dan obat kanker konvensional dapat mengurangi efek samping, mengatasi resistensi obat, dan meningkatkan respons terapeutik,” katanya. (arm)*

Share this: