[Kanal Media Unpad] Sebanyak 50 mahasiswa dari 6 negara mengikuti kegiatan Summer Program 2024 bertema “Wave of Resilience: A Coastal Sustainability Mission” yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran secara hybrid pada 29 Juli – 2 Agustus 2024. Enam negara tersebut yakni China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Pakistan, dan Filipina.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD., hadir untuk membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Prof. Arief menekankan akan pentingnya menjaga kelestarian pesisir. Dalam sambutannya, Dekan FPIK Unpad, Dr. Sc.agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan dari Summer Program 2024 merupakan wujud nyata dari komitmen FPIK Unpad terhadap upaya pelestarian lingkungan.
“Ke depan, kami berencana untuk mengembangkan program-program serupa yang lebih inovatif dan melibatkan lebih banyak pihak. Kami juga akan terus memantau pertumbuhan mangrove yang telah ditanam dan melakukan evaluasi terhadap program ini,” ujar Prof. Yudi.
Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi., M.Mar., yang merupakan pembicara kunci dalam acara tersebut mengatakan bahwa sebagai negara dengan garis pantai terpanjang, Indonesia memiliki potensi besar yang berasal dari laut. Melansir hal tersebut, Rahmat menyoroti adanya tantangan yang dihadapi oleh kawasan pesisir Indonesia.
“Penting bagi kita untuk merencanakan pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan terhadap pesisir kita, melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut. Dengan demikian, kita dapat membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki peran aktif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” jelas Rahmat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara Summer Program 2024, FPIK Unpad mengajak para peserta untuk turut serta dalam aksi pelestarian pesisir dengan melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Angke, Jakarta pada tanggal 31 Juli 2024 lalu. Melalui kegiatan tersebut, mereka mendapatkan materi mengenai peran penting mangrove terhadap ekosistem yang dipaparkan oleh Yayasan Konservasi Indonesia.
Para peserta diajak untuk melihat langsung kondisi pesisir Indonesia dan belajar dari para ahli, mulai dari kunjungan ke BLUPPB Karawang, Mangrove Boat Recreation, dan Hybrid Course yang dilaksanakan di Bale Rumawat Unpad. Hybrid course ini mengundang para narasumber terkemuka dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Inggris, dan Jerman. Selain itu, para peserta juga melakukan lokakarya membatik dan mengelilingi Bandung dengan bus lokal Bandros.*



