TKPB BEM Kema Unpad Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Bumi Bogor

TKPB BEM Kema Unpad saat menyalurkan bantuan di Desa Cibunian, Kab. Bogor, Sabtu (15/09) malam.*

[Unpad.ac.id, 17/09/2012] Sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Unpad pada para korban gempa bumi di wilayah Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Tim Koordinasi Penanggulangan Bencana (TKPB) Badan Eksekutif Mahasiswa  Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad menyumbangkan bantuan pada pada Sabtu (15/09) malam lalu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak, telur, makanan bayi, susu, peralatan mandi, mie instan, dan kebutuhan primer lainnya.

TKPB BEM Kema Unpad saat menyalurkan bantuan di Desa Cibunian, Kab. Bogor, Sabtu (15/09) malam.*

TKPB sendiri ialah kepanitiaan yang dibentuk oleh BEM KEMA Unpad melalui kementrian Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan kepanitiaan yang sudah sejak lama aktif di kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Tercatat sudah banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh TKPB ini seperti kegiatan kemanusiaan pada saat letusan Gunung Merapi di Jogjakarta, gempa di Padang, tsunami di Pangandaran dan masih banyak lainnya.

“Kami sangat senang adik-adik mahasiswa jauh-jauh dari Sumedang turut mempedulikan kami disini. Ada total 500 rumah warga desa kami yang rusak. Saya mengucapkan terima kasih mewakili warga desa atas bantuan dari adik-adik yang ada di Unpad,” ujar Kepala Desa Cibunian, Bajri Subarjo saat penyerahan bantuan berlangsung.

Dalam rilisnya disebutkan bahwa bantuan yang diberikan tersebut merupakan hasil pengumpulan selama penggalangan dana yang dilakukan di gerbang lama Unpad, di fakultas-fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Unpad. Semua barang-barang yang disumbangkan tersebut merupakan barang-barang yang paling dibutuhkan di posko pengungsian.

Menanggapi penyerahan bantuan tersebut, Wakil Presiden BEM Kema Unpad, Lukmawan Turadarmarikma mengatakan bahwa selama ini BEM KEMA Unpad memang sangat peduli terhadap kegiatan-kegiatan kemanusiaan terutama saat terjadinya musibah bencana alam. Hanya saja gerakan kemanusiaan di Unpad masih “terkotak-kotak”.  Sehingga gerakan kepedulian sosial berjalan sendiri-sendiri, baik itu di fakultas maupun di tingkat universitas.  “Namun, tidak menutup kemungkinan di suatu saat nanti gerakan seperti ini juga bisa melibatkan seluruh elemen yang ada di Unpad,” ujarnya.*

Rilis oleh: BEM KEMA Unpad/mar*

Share this: