LAM-PTKes Visitasi Kelayakan Prodi Baru Spesialis Farmasi Nuklir Unpad

Foto Bersama tim Fakultas Farmasi Unpad dan tim evaluator saat pelaksanaan asesmen lapangan dalam rangka pembukaan program studi Spesialis Farmasi Nuklir di Unpad. (Foto oleh: Artanti Hendriyana)*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran akan membuka program studi Spesialis Farmasi Nuklir. Asesmen lapangan terkait kelayakan program studi ini telah dilakukan oleh evaluator LAM-PTKes di Conference Room 2 Gedung Koeswadji Lantai 2 Jl. Prof. Eijkman No.38 Bandung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (26/9/2024).

Dari hasil evaluasi, Fakultas Farmasi  Unpad dinyatakan memenuhi syarat (layak) untuk membuka program studi tersebut. Tim evaluator yang hadir yaitu Prof. Dr. Apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc dari ITB dan Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, Mkes, SpRad(K) dari UIN Malang.

“Tugas kami memastikan apakah prodi Spesialis Farmasi Nuklir ini memang telah memenuhi standar minimal untuk pendirian program studi,” kata Prof. Yuyun.

Senada dengan Prof. Yuyun, Prof. Daryono mengatakan bahwa visitasi dilakukan untuk memastikan Fakultas Farmasi Unpad dan RSHS siap menyelenggarakan pendidikan prodi Spesialis Farmasi Nuklir. Tim evaluator pun dapat melihat secara langsung hal yang dapat ditingkatkan dan diperbaiki untuk menyelenggarakan pendidikan.

Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Dr. Ajeng Diantini, M.Si., Apt. mengatakan pembukaan prodi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga spesialis farmasi nuklir di setiap rumah sakit yang mempunyai fasilitas kedokteran nuklir.

“Mudah-mudahan dengan program ini bisa dihasilkan lulusan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan,” harap Prof. Ajeng.

Sementara itu Ketua Tim Adhoc pendirian program studi Apt., Holis Abdul Holik, M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa proses pendirian prodi ini sudah dilakukan sejak lama, diawali dengan studi target mahasiswa dan pengguna lulusan Apoteker Spesiaslis Farmasi Nuklir pada tahun 2018, dilanjutkan dengan persiapan pembukaan prodi pada tahun 2019.

“Diharapkan pada tahun 2025 penerimaan mahasiswa baru Unpad prodi Spesialis Farmasi Nuklir dapat dilaksanakan,” harap Holis.

Kepala Satuan Penjaminan Mutu Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. mengatakan bahwa hasil visitasi ini menjadi dasar bagi Unpad sebagai PTN BH untuk memberikan izin pembukaan program studi.

“Hasil visitasi ini menjadi dasar kami dengan kewenangan yang diberikan Kementerian untuk Rektor untuk memberikan izin pendirian prodi,” kata Prof. Engkus.

Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Farmasi Unpad serta perwakilan dari prodi Kedokteran Nuklir Unpad.*

Share this: