Rektor Paparkan Peningkatan Kualitas, Inovasi dan Rekognisi Akademik di Rapat Pleno Istimewa Senat Akademik Unpad

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti, saat memaparkan materi tentang peningkatan kualitas, inovasi, dan rekognisi akademik pada Rapat Pleno Istimewa Senat Akademik Unpad di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu, 2 Oktober 2024. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Senat Akademik Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Rapat Pleno Istimewa Senat Akademik Unpad yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu, 2 Oktober 2024. Pada kesempatan tersebut, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti memaparkan mengenai peningkatan kualitas, inovasi, dan rekognisi akademik Unpad selama 2020-2024.

Dalam pemaparannya, Rektor mengatakan bahwa Unpad mulai melakukan penguatan riset dan inovasi untuk kebermanfaatan bagi masyarakat, serta memulai komersialisasi hasil inovasi tersebut setelah masa pandemi Covid-19 mulai berangsur membaik. Unpad juga terus mengembangkan model pembelajaran daring yang menggabungkan antara pembelajaran sinkronus dan asinkronus, serta mempelajari mengenai produksi modul pembelajaran

“Hal berikutnya adalah penerapan hybrid learning yang dilakukan dengan sinkronus-asinkronus karena berbekal dari pembelajaran online. Kemudian penyesuaian kurikulum karena setelah pandemi adopsi teknologi itu mendapat porsi yang cukup besar dan diperlukan perubahan kompetensi dari lulusan sarjana,” ujar Rektor

Unpad juga terus melakukan pengembangan iptek melalui riset yang berkualitas, mendorong reputasi yang berstandar internasional, meningkatkan program studi berakreditasi, serta menjadi kerja sama dengan sejumlah mitra internasional. Rektor juga menyampaikan bahwa Unpad mulai menerapkan digitalisasi layanan serta melakukan perluasan otonomi akademik melalui Good University Governance.

Tidak hanya itu, Unpad juga telah menghasilkan berbagai inovasi pendidikan antara lain adalah penyelenggaraan MOOC Unpad Luhung dan Unpad Edex untuk meningkatkan aksesbilitas Unpad kepada masyarakat, upscaling digital teaching skills dosen, pembelajaran berbasis pengalaman, pengembangan inovasi riset dan komersialisasi hasil inovasi, inisasi non-degree programs, serta penyesuaian kurikulum serta pengembangan berkelanjutan.

“Itulah modal baik bagi kita dan kami bisa sampaikan bahwa yang digagas dalam implementasi hybrid learning adalah memang bagaimana pembelajaran dilakukan dengan kombinasi daring dan tatap muka, tetapi mengundang mahasiswa di luar Unpad untuk masuk,” kata Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa Unpad juga terus bergerak untuk menjadi kampus yang sehat, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di lingkungan Unpad. Hal tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan program Unpad Wellness, penyediaan kantin sehat di fakultas, perlindungan kesehatan in-health untuk keluarga, serta mewujudkan Unpad menjadi kampus tanpa asap rokok.

Lebih lanjut, Unpad juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Perundungan, penyediaan co-working space di lingkungan kampus, serta pendirian Unit Layanan Disabilitas yang dilengkapi dengan penyediaan fasilitas ramah disabilitas.

“Ini adalah bagian dari membangun lingkungan kampus yang sehat, nyaman, dan inklusif. Tentu ini akan kita teruskan dan akan menjadi lebih sempurna di masa yang akan datang,” jelas Rektor.*

Share this: