[Kanal Media Unpad] Tanaman vinca atau tanaman tapak dara dan tanaman jeruk purut termasuk ke dalam kategori tanaman yang perawatannya cukup mudah untuk dilakukan. Meski demikian, ada hal-hal penting yang perlu diketahui agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan subur.
Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Pertanian Unpad Dr. Rahmat Budiarto, S.P., M.Si., dalam kegiatan knowledge sharing Dharma Wanita Persatuan Universitas Padjadjaran yang bertajuk “Teknik Budidaya Tanaman Hias Vinca dan Jeruk Purut” di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipatiukur No.35, Bandung, Selasa, 8 Oktober 2024.
Rahmat menjelaskan bahwa tata cara menanam tanaman vinca tersebut terbilang cukup mudah. Proses penanaman dapat dilakukan dengan cara mencampurkan tanah, arang sekam, serta pupuk organik dalam pot dan menebar benih di atasnya.
Agar tanaman dapat tetap tumbuh dengan subur, Rahmat mengimbau untuk memberikan pupuk dan air secara tidak berlebihan pada tanaman. Tidak hanya itu, pengendalian pertumbuhan melalui pemangkasan tanaman juga dapat dilakukan sebagai upaya perawatan tanaman ini.
“Walaupun demikian, jangan sampai tanaman vinca tidak disiram sama sekali karena dapat menyebabkan tanaman tersebut mati. Kunci supaya tanaman vinca dapat sering berbunga adalah dengan melakukan pemangkasan yang dapat dilakukan setelah tanaman selesai berbunga,” ujar Rahmat.
Lebih lanjut, pada kesempatan ini Rahmat juga memaparkan mengenai budidaya tanaman jeruk purut. Rahmat mengimbau agar tidak membeli bibit tanaman tersebut secara sembarangan. Namun, membeli bibit dengan label biru sebagai jaminan tanaman jeruk purut itu adalah asli dan tanaman tersebut dalam kondisi yang sehat.
Tips lainnya adalah memastikan tanaman jeruk purut tersebut merupakan hasil sambung dan bukan tanaman jeruk yang ditanam dari biji. Hal tersebut karena tanaman jeruk purut yang ditanam dari biji akan memiliki duri yang besar-besar dan lebih tajam.
“Tanaman jeruk purut juga dapat dipanen setiap hari asal dalam jumlah yang wajar untuk pertumbuhan. Tanaman ini juga dapat dipanen dengan memotong batangnya secara langsung agar membantu proses perbanyakan cabang,” jelas Rahmat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP Unpad Dr. Reiva Arief S. Kartasasmita serta para Pengurus dan anggota DWP Unpad, dan DWP Fakultas Pertanian Unpad. Dalam Sambutannya, Reiva menyampaikan apresiasi atas terselenggarannya kegiatan knowledge sharing. Reiva berharap para anggota DWP Unpad dapat terus bersinergi untuk menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat.
“Insya Allah untuk ke depannya kita akan lebih banyak kegiatan lagi. Bersama-sama bersinergi bersama Unpad untuk masyarakat, sehingga tidak hanya pertemuan rutin, tetapi juga berbagai macam kegiatan lainnya,” ujar Reiva.*





