[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Padjadjaran membuat serum anti-aging yang berbahan dasar ekstrak albumin ikan gabus dan bakuchiol (ekstrak biji dan daun tumbuhan babchi). Berkat produk penelitian yang diberi nama “Nakuchi” tersebut, mereka berhasil lolos menjadi peserta Pimnas 37 yang diselenggarakan di Universitas Airlangga Surabaya pada 14-19 Oktober 2024 mendatang.
Tim PKM tersebut terdiri dari James Calcin Lumbanraja (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Muhammad Athian Ben Lumbanraja (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Mikha Veronika Lumbanraja (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Isma Aulia Putri (Fakultas Farmasi), dan Amanda Indah Sahri (Fakultas Kedokteran). Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Izza Mahdiana Apriliani, S.Pi., M.Si.
Indonesia, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari yang sangat tinggi, menghadapi sekitar delapan puluh persen kasus penuaan dini akibat sinar UV. Perawatan kulit menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran kulit, mencegah sel-sel mati dan kekusaman, serta melindungi dari kerusakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan produk anti-aging untuk memperlambat dan mencegah penuaan dini.
Ikan gabus dikenal sebagai santapan serta obat tradisional. Namun lebih dari itu, berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh tim PKM Unpad, ikan gabus memiliki kandungan albumin yang mampu membantu dalam mengurangi tanda-tanda penuaan dini, seperti keriput dan garis halus pada kulit.
Tim PKM Unpad mengembangkan inovasi revolusioner melalui pemanfaatan ikan gabus, yang kaya akan protein dan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta elastisitas kulit secara aman. Inovasi ini juga membuka peluang baru dalam industri kecantikan. Formulasi serum anti-aging ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penuaan secara aman dan sehat. Publikasi penelitian ini dapat dilihat di akun instagram @nakuchi.serum.
“Kami berharap inovasi ini dapat memberikan solusi perawatan kulit yang lebih alami dan ramah lingkungan, sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah,” ujar Mikha, salah satu mahasiswa tim PKM tersebut. *

