[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan Universitas Udayana Bali memprakarsai pembentukan Indonesia-India Bioresources Consortium (IIBC) dengan Jawaharlal Nehru University (India) yang bertujuan mengimplementasikan kerja sama penelitian dan pengelolaan sumber daya hayati. Unpad akan memimpin konsorsium ini dengan fokus pada pengembangan penelitian bersama yang mencakup analisis kesenjangan bioresources serta kebutuhan strategis yang relevan di kedua negara.
Pembahasan langkah strategis mewujudkan IIBC tersebut dilakukan di Kantor Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Finder Unpad di Unpad Jatinangor, Jumat 18 Oktober 2024. Sebelumnya, pada 1 Oktober 2024, tim Unpad dan Udayana telah bertemu dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Kantor Kedutaan India di Jakarta untuk membicarakan IIBC. Dubes India merespon antusias dan menyatakan pemerintah India siap mendukung kolaborasi dengan Indonesia untuk pembentukan IIBC.
“Kerja sama ini membuka peluang besar untuk pengembangan teknologi dan inovasi di sektor bioresources. Kami berharap dapat melihat kontribusi yang lebih besar dari peneliti dan mahasiswa Indonesia,” ujar Ketua Finder Unpad, Prof. I Made Joni.
Sementara Prof. Wawan Hermawan, salah satu pakar dari Unpad yang terlibat, menekankan pentingnya memperkuat aspek akademik dalam proyek ini guna memastikan keberhasilannya. Menurutnya, Langkah awal yang harus diambil adalah memperkuat keterlibatan akademisi dan memastikan proyek ini berjalan dengan dasar ilmiah yang kuat.
Selain itu, diskusi juga mencakup arah pengembangan produk bioresources yang lebih mudah diterima pasar. Pakar di bidang Kesehatan dari Unpad, dr. Lia Faridah, menyarankan agar produk-produk bioresources, seperti jamu dan suplemen, diposisikan sebagai suplemen agar lebih mudah diterima masyarakat luas. Hal ini karena stigma yang masih melekat pada obat herbal di sektor kesehatan Indonesia. Di samping itu, penting untuk membangun Bio-Bank nasional guna melindungi kekayaan hayati Indonesia. Dengan adanya Bio-Bank maka DNA flora dan fauna nasional dapat dikelola secara aman dan tidak diekspor tanpa regulasi yang ketat.
Beberapa isu strategis dibahas dalam pertemuan kedua di Unpad Jatinangor, antara lain meliputi work record model dan analisis, stakeholder analysis untuk memahami peran dan pengaruh stakeholder, analisis kondisi eksternal negara lain sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar internasional, serta strategi analisis yang mencakup berbagai hasil penelitian dan data yang telah dikumpulkan.
Dukungan India
Pada pertemuan di Kedutaan Besar India di Jakarta, tim Unpad terdiri dari Prof. I Made Joni, Prof. Wawan Hermawan, dan Prof. Camellia Panatarani. Selain itu hadir pula Prof. Ni Luh Watiniasih dari Universitas Udayana dan Tri Yudianto dari Yellow Earth Foundations. Dalam pertemuan tersebut, antara lain dibahas perlunya melibatkan berbagai universitas di Indonesia dan India serta lembaga swadaya masyarakat dalam proyek IIBC ini.
Dubes India juga mengusulkan diadakan seminar dan lokakarya untuk berbagi pengetahuan dan membahas isu-isu bioresources. Dubes juga mendukung kunjungan delegasi Indonesia pada awal tahun 2025 mendatang untuk bertemu pemangku kepentingan strategis di India, bahkan menawarkan Beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) yang dikelola Kementerian Luar Negeri India untuk studi S2 dan S3 bidang Bioresources.
Kerja sama antara Indonesia dan India melalui IIBC ini merupakan langkah strategis yang menjanjikan, dengan potensi besar untuk mendukung inovasi dan pengelolaan sumber daya hayati di kedua negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah India, akademisi terkemuka, serta pelaku industri, proyek ini diharapkan dapat menciptakan dampak signifikan dalam pengembangan teknologi dan pasar bioresources, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.* (Rilis Finder Unpad)

