[Kanal Media Unpad] Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran melalui Departemen Lingkungan Hidup berkomitmen mendukung pengembangan inovasi berbasis isu lingkungan, terutama dalam menghadapi masalah sampah dan perubahan iklim, dengan menyelenggarakan Padjadjaran Green Innovation Summit (PGIS) 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor, pada Rabu, 30 Oktober 2024 bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam mengembangkan gagasan kreatif yang relevan dengan penanganan sampah dan isu lingkungan lainnya.
PGIS 2024 juga menghubungkan mahasiswa dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang membuka peluang agar inovasi mereka dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas dan menciptakan nilai tambah. Dengan demikian, PGIS 2024 tidak hanya menjadi wadah untuk ide-ide baru, tetapi juga mengajak generasi muda berkontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan sampah dan krisis iklim yang mendesak.
“Memilah-milah sampah itu sudah merupakan kewajiban dari setiap orang agar sampah tersebut bisa dijadikan sebagai bahan yang bisa dipergunakan kembali,” ujar Dr. Eng. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, S.T., M.T., Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Unpad dalam sambutannya.
Boy memaparkan bahwa saat ini, masalah sampah semakin kompleks. Sampah yang ada di sekitar kita tidak hanya mencakup sampah rumah tangga, tetapi juga berbagai limbah yang sulit diprediksi dampaknya. Maka dari itu, langkah dasar untuk mengatasi ini adalah edukasi sejak dini bagi anak-anak mengenai cara membuang sampah pada tempatnya serta memisahkan sampah organik dan non-organik.
Lebih lanjut, Boy menjelaskan bahwa ancaman sampah plastik mikro yang masuk ke rantai makanan, bahkan hingga pada ikan yang kita konsumsi. Hal tersebut menjadi tantangan bahwa penyelesaian masalah sampah harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan peran aktif masyarakat, diharapkan penyelesaian masalah sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan di dalam diskusi ini bisa menularkan ide-ide kreatif atau inovasi-inovasi kreatif terkait dengan sampah, sehingga di Bandung khususnya, dan di seluruh Indonesia pada umumnya bisa bersih dari sampah,” harap Boy.
Perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Yasin, menyatakan mengenai pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah, dari metode “kumpul, angkut, buang” menjadi “batasi, hindari, dan kurangi” timbunan sampah. Yasin juga menekankan bahwa konsep 3R — Reduce, Reuse, Recycle — harus menjadi kebutuhan bersama.
“Urusan sampah bukan lagi sebagai sumber pemborosan sumber daya, sumber polusi, dan kerusakan lingkungan yang mengancam kehidupan kita. Sebaliknya, urusan sampah harus diselesaikan melalui upaya-upaya produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi namun tetap memaduserasikan dengan kepentingan lingkungan, kesehatan, dan sosial,” papar Yasin dalam sambutannya.
Yasin melanjutkan, bahwa triple planetary crisis—perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi—dapat diatasi melalui pendekatan pengelolaan sampah yang produktif dan berkelanjutan yang kemudian dapat mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkuler dalam pengolahan sampah, mulai dari produksi hingga tahap akhir. Dengan terselenggaranya PGIS 2024, KLHK menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa dan generasi muda atas peran aktif mereka dalam mendukung isu lingkungan, dengan harapan lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan adil.
“Semoga seluruh upaya yang kita lakukan bersama ini menjadi jalan kebaikan dalam upaya mewujudkan pengolahan sampah yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Imam Pesuwaryantoro, Corporate Communications PT Plasticpay, turut memberikan materi berjudul “Mendukung Ekonomi Sirkular untuk Plastik”. Selain itu, juga dilaksanakan talkshow bertema “Menuju Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan dan Berkeadilan di Indonesia” dengan empat narasumber, yaitu Prof. Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng. (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Dr. Teguh Husodo, M.Si. (Ketua Pusat Keselamatan, Kesehatan, Keamanan Lingkungan Universitas Padjadjaran), Yuga Pratomo (Head of Merchant Partnership DANA), dan Afifah Rahmi Andini (Greenpeace Indonesia).*




