[Kanal Media Unpad] Direktur Marketing and Development Pertamina Drilling Services Indonesia, Syaiful Kurniawan, mengatakan bahwa jumlah konsumsi energi pada tahun 2050 akan naik secara signifikan dan sumber energi yang saat ini masih menjadi prioritas adalah energi fosil, yaitu minyak dan gas yang tidak dapat diperbarui serta memiliki sisi negatif bagi bumi karena penggunaannya dapat menghasilkan karbon.
Hal tersebut disampaikan oleh Syaiful yang hadir sebagai pembicara dalam seminar di acara Drilling Innovation Forum 2024 “Empowering Drilling Innovation for Sustainable National Energy Security” yang diselenggarakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis, 14 November 2024. Selain itu hadir pula sebagai pembicara VP Rig Services Operation, Komedi, dan Manager Human Capital Development, Kartini Karim.
“Penggunaan renewable energy akan masif pada tahun 2050 karena kebijakan terkait dengan perubahan iklim di dunia. Renewable energy sangat dibutuhkan untuk dunia ini, sehingga penggunaannya akan menjadi mindset kita ke depan,” ujar Syaiful.
Tidak hanya penggunaan energi yang dapat terbarukan saja, saat ini juga diperlukan strategi bagi Indonesia agar dapat menuju kemandirian energi karena produksi minyak yang masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga perlu melakukan impor yang membutuhkan APBN cukup besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Lebih lanjut, Syaiful mengatakan jika saat ini tidak segera mengembangkan inovasi dan solusi untuk permasalahan tersebut, maka produksi minyak di Indonesia akan semakin menurun dengan permintaan yang akan semakin tinggi.
“Produksi minyak di Indonesia lama-lama semakin menurun dengan permintaan yang akan semakin tinggi dan ini menjadi risiko kita bersama. Maka dari itu program inovasi harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar karena jika kita tidak melakukan apa-apa negara ini akan susah maju karena APBN kita hanya untuk import dan tidak bisa digunakan untuk mengembangkannya,” kata Syaiful.
Dalam kesempatan ini, Syaiful menyampaikan bahwa kemandirian energi di Indonesia menjadi sangat penting karena energi merupakan sumber kehidupan hingga di masa yang akan datang. Syaiful berpesan agar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat melakukan inovasi dan kolaborasi dalam mempersiapkan kemandirian energi di Indonesia.
“Pesan yang utama dari saya karena tentunya anak cucu kita butuh energi untuk kehidupan, jadi itu menjadi penting, sehingga inovasi, improvement, kolaborasi, semua elemen itu menjadi sangat penting,” jelas Syaiful.*






