[Kanal Media Unpad] Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Kevin Muhamad Lukman, S.T., M.Env., Ph.D., berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam pada ajang 2024 9th Asia Conference on Environment and Sustainable Development (ACESD 2024) yang diselenggarakan di Osaka, Jepang, pada tanggal 9-11 November 2024 lalu.
Pada kesempatan ini Kevin mempresentasikan hasil penelitiannya bersama tim yang berjudul “Understanding the Perception on Seagrass-Associated Tourism: Study Case of Bintan Island, Indonesia” dan berhasil mendapatkan penghargaan “Best Presentation Award” dalam ajang tersebut.
Kepada Tim Kanal Media Unpad, Kevin mengatakan bahwa penelitian ini merupakan kerja sama yang dilakukan bersama dengan Pusat Riset Oseonografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), National University of Singapore, serta Deakin University dari Australia.
Penelitian ini berawal dari kekhawatiran pada ekosistem padang lamun, khususnya dari perspektif perubahan iklim. Ekosistem padang lamun diketahui memiliki kemampuan menangkap karbon (carbon sequestration) yang tinggi untuk mengurangi efek gas rumah kaca. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk melindungi ekosistem padang lamun tersebut.
“Salah satu cara yang ingin kita utamakan itu melalui konservasi dan melalui prinsip pengembangan sektor pariwisata, yaitu bagaimana ekosistem padang lamun ini juga dilirik dilirik oleh wisatawan. Jadi tidak hanya terumbu karang atau pantainya saja, tetapi juga bisa melihat padang lamun sebagai suatu potensi objek wisata yang menarik,” ujar Kevin.
Tidak hanya itu, melalui potensi wisata tersebut juga diharapkan dapat menjadi pemasukan tambahan untuk selanjutnya mendanai konservasi ekosistem padang lamun dan menjadi sebuah siklus yang positif.
Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait pengetahuan mengenai ekosistem padang lamun dan manfaatnya, sekaligus memberikan tawaran kepada masyarakat jika padang lamun dijadikan objek wisata dan memberikan informasi berbagai aktivitas yang berpotensi untuk dilakukan sebagai penambah daya tarik wisata.
Lebih lanjut, Kevin menyampaikan bahwa melalui kegiatan konferensi ini diharapkan dapat membuka kolaborasi terkait inovasi-inovasi menarik yang sudah mulai dikembangkan oleh para akademisi. Kevin juga berharap agar penelitian lanjutan dapat dilakukan hingga memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat.
“Jadi memang InsyaAllah penelitian ini juga bukan akhir, mudah-mudahan penelitian lanjutan dari kegiatan ini juga bisa berjalan dengan sukses. Tujuan akhir kami bukan hanya ingin menciptakan konsep, tetapi juga ingin mencoba membuat suatu pilot project untuk kita coba terapkan konsep seperti itu. Mudah-mudahan hal itu bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat pesisir serta kualitas ekosistem padang lamun itu sendiri,” jelas Kevin.*



