[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Akademik dan Penelitian. Tujuan Nota Kesepahaman ini adalah untuk memperdalam hubungan bersama, mengembangkan potensi kerja sama antara kedua pihak dalam bidang penelitian akademik dan pendidikan, dan mempromosikan kemajuan bidang perikanan dan ilmu kelautan.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Unpad Prof Arief S. Kartasasmita, Direktur Korea dari MTCRC, Dr. Park Hansan, dan Direktur Indonesia dari MTCRC, Ivonne Radjawane, Ph.D., di Executive Lounge Unpad Jl. Dipati Ukur 35 Bandung, Kamis 21 November 2024. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Penasihat MTCRC, Dr. Safri Burhanuddin, pimpinan Unpad lainnya seperti Wakil Rektor Bidang SDM dan Tata Kelola, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Prof. Yudi Nurul Ihsan.
“Saya yakin kerja sama ini akan memberi dampak positif pada penelitian dan penemuan hal baru yang akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan ekosistem maritim,” ujar Dr. Park Hansan.
Dekan FPIK Unpad, Prof. Yudi Nurul Ihsan memaparkan, MTCRC ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dengan pemerintah Korea sejak tahun 2011. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung berbagai macam kegiatan terkait sektor perikanan dan kelautan, termasuk di dalamnya bidang riset.
“Kita berharap Unpad jadi bagian yang terlibat dalam riset dan semua program di sektor perikanan dan kelautan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan Korea, diantaranya dalam penguatan riset dan penguatan pemanfaatan fasilitas,” ujar Prof. Yudi.
Saat ini, lanjut Prof. Yudi, MTCRC memiliki fasilitas di Pantai Utara Jawa Barat, sementara Unpad memiliki fasilitas di Pantai Selatan Jawa Barat, khususnya Pangandaran.
“Kita butuh support dari MTCRC untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Unpad di Pangandaran sekaligus melengkapi alat-alat riset yang cukup canggih yang dimiliki Korea,” ujar Prof. Yudi.*






