[Kanal Media Unpad] Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran terus mendorong mahasiswa untuk membangun mentalitas wirausaha sosial yang melibatkan empati sosial, inovasi solutif, keberanian mengambil risiko, dan inisiatif tinggi dalam menangani permasalahan sosial. Melalui mata kuliah Kewirausahaan Sosial, mahasiswa dilatih untuk melaksanakan proyek berbasis inovasi sosial dengan pendekatan project-based learning.
“Pada penyelenggaraan semester ini, kelompok mahasiswa mengangkat tema beragam berdasarkan potensi sosial maupun masalah di sekitar Jatinangor,” jelas Dr Hery Wibowo, dosen pengampu mata kuliah ini bersama dengan Dr Maulana Irfan.
Hery menambahkan bahwa mata kuliah ini bertujuan untuk membiasakan mahasiswa bekerja untuk, oleh, dan bersama masyarakat guna membangun inovasi berbasis empati. Salah satu proyek yang dihasilkan adalah inisiatif oleh kelompok mahasiswa bernama “Lima Pena”, yang berfokus pada literasi digital.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa literasi digital tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memaknai dan menganalisis informasi secara kritis. Konten edukatif yang dihasilkan Lima Pena meliputi rekomendasi perpustakaan digital, buku, kajian masalah literasi di Indonesia, serta solusi yang dapat diterapkan.
“Inovasi kami terletak pada pendekatan interaktif dan penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi. Dengan ini, kami berharap pesan literasi digital dapat menjangkau lebih luas serta memberikan dampak berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa yang merupakan anggota Lima Pena.
Selain Lima Pena, terdapat pula program “Satu Langkah” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak kecanduan gawai dan pentingnya pengelolaan waktu yang bijak di tengah modernisasi dan globalisasi. Kelompok tersebut menggelar kegiatan bertema “Remaja Bijak Digital dalam Penggunaan Gawai” di SMA Muhammadiyah 5 Rancaekek dengan melibatkan 32 siswa kelas 11.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pola project-based learning untuk meningkatkan empati dan inovasi sosial mahasiswa,” jelas Hery.
Program-program tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif terlibat dalam memecahkan masalah sosial di masyarakat. Dengan demikian, mentalitas wirausaha sosial dapat terus berkembang seiring waktu. Mahasiswa Unpad tidak hanya memperluas wawasan siswa SMA, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya literasi digital bagi generasi muda Indonesia.* (Rilis FISIP Unpad)*
