[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran, Prof. Rizky Abdulah, menandatangani kontrak kerja sama hibah dengan Bezos Earth Fund pada Kamis, 28 November 2024. Dari pihak Bezos Earth Fund, kontrak ini ditandatangani oleh Andrew Steer, sebagai perwakilan Donor Advisor. Penandatanganan ini menandai kolaborasi strategis antara Unpad dan salah satu inisiatif lingkungan global terkemuka.

Bezos Earth Fund adalah dana amal yang didirikan oleh Jeff Bezos, pendiri Amazon, untuk mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Melalui dana ini, Bezos berkomitmen memberikan hibah kepada berbagai lembaga penelitian, universitas, dan organisasi yang bekerja untuk menciptakan solusi hijau bagi masa depan.

Hibah yang diberikan kepada Universitas Padjadjaran merupakan bagian dari inisiatif global bernama Green Macroeconomic Modeling Initiative (GMMI). Inisiatif ini melibatkan tim modeling ekonomi terkemuka dari 10 negara, termasuk institusi bergengsi seperti Harvard University (AS), European Institute for Economics and the Environment (Italia), dan Danish Research Institute for Economic Analysis and Modeling (Denmark).

GMMI bertujuan untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan kapasitas analisis makroekonomi dalam konteks transisi ekonomi hijau. Inisiatif ini mendukung pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk merancang kebijakan, investasi, dan regulasi yang memperhitungkan dampak ekonomi secara menyeluruh, sekaligus mempromosikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu universitas yang berpartisipasi dalam GMMI, Universitas Padjadjaran akan berperan aktif dalam menganalisis kebijakan-kebijakan transisi energi hijau yang relevan untuk Indonesia. UNPAD akan menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang mempertimbangkan tantangan regional dan sektor, serta menawarkan solusi untuk mengatasi ketimpangan dalam proses transisi. Proyek ini akan dilaksanakan oleh SDGs Center Universitas Padjadjaran, yang memiliki pengalaman dalam riset dan advokasi kebijakan terkait pembangunan berkelanjutan.

Melalui kontrak ini, Universitas Padjadjaran akan menerima hibah sebesar USD 250,000 selama dua tahun untuk mendukung pelaksanaan proyek yang sejalan dengan inisiatif GMMI.

“Kesepakatan ini akan menempatkan Universitas Padjadjaran sebagai pemain utama di panggung global, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kami berkomitmen untuk menghasilkan analisis yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga relevan secara praktis bagi kebutuhan bangsa Indonesia. Lebih dari itu, kami berharap kontribusi ini dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi komunitas internasional, serta mendukung upaya kolektif dalam mewujudkan solusi inovatif untuk mengatasi krisis iklim,” ujar Prof. Rizky Abdulah.

Dengan kontrak ini, Universitas Padjadjaran menunjukkan kepemimpinan dalam penelitian transisi ekonomi hijau, memperkuat posisinya sebagai universitas yang berperan aktif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).*

Share this: