Satu Tahun Kehadiran SATREPS, Perkuat Inovasi Pemuliaan Tanaman di Unpad

Kegiatan 1st Joint Coordinating Committee (JCC) yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Sidang Promosi Doktor Fakultas Pertanian Unpad pada Jumat 6 Desember 2024. (Foto Dokumentasi SATREPS)*

[Kanal Media Unpad] SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development)  Project yang telah berjalan selama satu tahun di Universitas Padjadjaran menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemuliaan cabai dan tomat untuk wilayah tropis. Refleksi atas pencapaian selama 12 bulan terakhir dilakukan dalam 1st Joint Coordinating Committee (JCC) yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Sidang Promosi Doktor Fakultas Pertanian Unpad pada Jumat, 6 Desember 2024

“Melalui riset mendalam, kita dapat menghadirkan solusi berkelanjutan untuk tantangan pertanian di daerah tropis,” ujar Motoaki Kamiya selaku perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

1st JCC menjadi ajang penting untuk mengevaluasi kemajuan dan menyusun rencana strategis, dengan melibatkan lebih dari 60 peserta dari institusi-institusi baik nasional maupun internasional seperti University of Tsukuba, Miyagi University, JIRCAS, Japan International Cooperation Agency (JICA), Japan Science and Technology Agency (JST), BRIN, dan BPSITS.

Kunjungan dimulai di Cibinong dengan pertemuan bersama Dr. Satya Nugraha dan tim rekayasa genetika tanaman BRIN. Diskusi berfokus pada implementasi teknologi genome editing dalam pemuliaan tanaman serta pembahasan perkembangan regulasi terbaru terkait teknologi rekayasa genetika di Indonesia. Delegasi kemudian melanjutkan perjalanan ke Green House BPSITS Lembang untuk meninjau penelitian populasi mutan cabai dan tomat bersama Kepala BPSITS, Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

Di Jatinangor, para peneliti mengadakan pertemuan internal dengan tim SATREPS Unpad untuk membahas kemajuan proyek, termasuk analisis genetik dan strategi implementasi hasil riset di lapangan. Tim juga mengunjungi laboratorium Fakultas Pertanian Unpad untuk meninjau penelitian awal genome editing dan pengembangan populasi near-isogenic lines (NILs).

Puncak kegiatan adalah Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting yang dihadiri delegasi dari JICA, JST, Kedutaan Besar Jepang, serta mitra lainnya. Forum ini membahas capaian proyek tahun pertama dan strategi untuk masa depan. Selain itu, tim SATREPS juga mengadakan pertemuan dengan Dekan Fakultas Pertanian dan Rektor Unpad untuk memperkuat kerjasama kelembagaan antara kedua institusi.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan lokasi pembangunan Center of Advanced Breeding Technique (CAB-Tech), yang dirancang sebagai pusat unggulan riset pemuliaan tanaman modern. Proyek SATREPS juga melibatkan petani di wilayah Cianjur, Bandung, Garut, dan Ciamis, memastikan hasil riset dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini adalah langkah penting dalam pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan,” ujar Mr. Ryo Hashimoto dari JICA. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Unpad dan University of Tsukuba optimis menghasilkan inovasi riset yang berdampak luas untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia.

Jejak Langkah Satu Tahun

Diluncurkan pada awal 2023, SATREPS Project bertujuan untuk menjawab tantangan pemuliaan dan budidaya tanaman di daerah tropis. Sejak tahun pertama, proyek ini telah mencatat sejumlah pencapaian yang menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut.

“Proyek ini menunjukkan komitmen Unpad untuk menjadi pusat inovasi pertanian berkelanjutan,” ujar Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah selaku Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unpad.

Dr. Nindi Aristi, Direktur Pemasaran Unpad mengatakan, proyek ini mencerminkan keberlanjutan sebagai prioritas utama universitas. “Kami percaya hasil penelitian ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Nindi.

Dalam satu tahun, SATREPS Project telah berhasil mencapai berbagai terobosan di empat bidang utama, yaitu:

  1. Pemuliaan Tomat Tahan Panas: Pembuatan populasi NILs, pengembangan platform TILLING, dan teknologi pengeditan gen.
  2. Pemuliaan Cabai Tahan Penyakit Anthracnose: Koleksi genetik, populasi mutan, dan isolasi 125 strain Colletotrichum spp. dari enam provinsi.
  3. Analisis Sosial-Ekonomi: Survei dampak ekonomi petani di Cianjur, Bandung, Garut, dan Ciamis.
  4. Pendirian CAB-Tech: Sebagai pusat unggulan teknologi pemuliaan di UNPAD, didukung pelatihan di Jepang dan pembangunan laboratorium modern pada 2025.

Dengan fondasi yang kuat yang telah dibangun, SATREPS optimis dapat menghadapi berbagai tantangan global di sektor pertanian pada tahun-tahun berikutnya. Melalui pendekatan berbasis penelitian dan teknologi, SATREPS berkomitmen untuk memberikan solusi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas. Selain itu, SATREPS juga berupaya memastikan masa depan yang lebih cerah bagi sektor pertanian global, sekaligus mendorong keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.* (Rilis Faperta Unpad)

Sumber: Sumber: https://faperta.unpad.ac.id/kemajuan-proyek-satreps-riset-cabai-dan-tomat-adaptif-iklim-tropis-antara-unpad-dan-university-of-tsukuba/

Share this: