[Kanal Media Unpad] Laboratorium Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) dan Laboratorium Farmasi Universitas Padjadjaran kembali meraih akreditasi ISO 17025:2017, yang menandakan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan pengujian yang mereka tawarkan. Kedua laboratorium ini tidak hanya mempertahankan akreditasi yang telah diraih, tetapi juga memperluas ruang lingkup dan menawarkan berbagai layanan pengujian baru yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri.
Laboratorium FTIP Unpad: Re-Akreditasi dan Layanan Halal

Laboratorium FTIP Unpad berhasil meraih re-akreditasi ISO 17025:2017 untuk ruang lingkup pengujian halal, termasuk deteksi DNA babi pada daging giling. Penambahan ruang lingkup ini mendukung pendirian Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Unpad, yang menjadi bagian dari syarat pendirian lembaga pemeriksa halal yang terakreditasi.
“Sebelumnya, ruang lingkup pengujian kami hanya mencakup analisis proksimat pada susu bubuk. Mengingat cakupan pangan yang sangat luas, kami berencana untuk secara bertahap melengkapi parameter dengan fokus pada parameter yang paling diminati agar layanan kami dapat lebih relevan dan bermanfaat,” ujar Tia Amina Setiawati, S.Si., M.Si. selaku Kepala Laboratorium FTIP Unpad.
Selain pengujian halal, laboratorium ini juga memperluas layanan pengujian produk non-pangan, seperti produk tekstil, yang semakin dibutuhkan di sektor industri. Sebagai bagian dari dukungan untuk LPH, laboratorium ini kini menjadi rujukan untuk LPH lain yang belum memiliki laboratorium pengujian terakreditasi.
Ke depannya, laboratorium ini juga akan melayani pengujian pangan lainnya serta alat mesin pertanian, dengan rencana untuk menghidupkan kembali akreditasi untuk pengujian alat mesin pertanian yang sebelumnya terhapus dari direktori Kementerian Pertanian.
Laboratorium Farmasi Unpad: Akreditasi dan Layanan Baru

Laboratorium Farmasi Unpad juga meraih akreditasi ISO 17025:2017, meningkatkan standar kompetensi internasionalnya dalam pengujian dan kalibrasi. Laboratorium ini telah menambah beberapa parameter pengujian baru, antara lain deteksi DNA babi pada daging, uji pengaruh bahan uji terhadap viabilitas sel MCF-7 pada ekstrak tumbuhan, uji Sun Protection Factor pada kosmetik, uji tembus air pada kosmetik, serta identifikasi dan penetapan kadar hidrokinon pada kosmetik.
Sebagai bagian dari akreditasi ini, laboratorium Farmasi Unpad kini menawarkan layanan baru, seperti uji identifikasi dan penetapan kadar pengawet propil paraben, uji sitotoksisitas dengan metode WST-8, serta berbagai pengujian kimia dan biologi lainnya. Laboratorium ini juga berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kapasitasnya dengan mendaftarkan lebih banyak layanan untuk memperluas ruang lingkup pengujian yang terakreditasi.
“Perolehan akreditasi ini menjadi jaminan kompetensi laboratorium Farmasi Unpad, sehingga akan meningkatkan kepercayaan klien, mitra dan pihak lain bahwa lab memenuhi standar mutu dan teknis tertinggi. Selain itu, juga secara langsung berdampak pada peningkatan efisiensi operasional karena lab diharuskan memiliki sistem manajemen mutu yang efektif yang meningkatkan efisiensi kerja,” jelas Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Riset Farmasi Unpad.
Dukungan DRPM Unpad dalam Akreditasi dan Pengembangan Layanan
Direktorat Riset dan Pengembangan Manajemen (DRPM) Unpad berperan penting dalam mendukung proses akreditasi laboratorium, termasuk memfasilitasi pelatihan dan administrasi yang diperlukan. DRPM juga mendukung laboratorium dalam memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dengan tujuan meningkatkan reputasi Unpad di dunia industri dan masyarakat.
“Kami turut membantu dalam proses pemenuhan standar kompetensi yang ditetapkan oleh KAN, sehingga laboratorium dapat memenuhi semua persyaratan yang berlaku, termasuk pelatihan-pelatihan. Selain itu, kami juga mendukung kebutuhan administratif, seperti pendaftaran ke KAN dan berbagai hal lain yang diperlukan,” papar Ida Nur Farida, S.Si., M.Si., selaku Sekretaris DRPM Unpad.
Keberhasilan yang dicapai oleh Laboratorium FTIP dan Farmasi Unpad menunjukkan komitmen UNPAD untuk terus menjaga kualitas dan integritas dalam penelitian dan pengujian. Dengan akreditasi ISO 17025:2017 dan layanan baru yang ditawarkan, kedua laboratorium tersebut siap mendukung industri, penelitian, serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan pengujian yang terpercaya dan berkualitas tinggi.*
