[Kanal Media Unpad] Kerusakan tanaman pertanian akibat konflik dengan satwa liar, terutama primata, kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Ketika satwa liar menyerang ladang, warga lokal dipaksa mencari solusi untuk melindungi mata pencaharian mereka. Upaya menciptakan keseimbangan antara manusia dan satwa liar terus dilakukan agar keduanya dapat hidup berdampingan tanpa saling merugikan.
“Banyak spesies selain primata yang menghadapi konflik dengan manusia, sehingga diperlukan upaya untuk mencari cara hidup berdampingan. Melalui pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat, kita dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengelola konflik ini secara efektif,” ujar Prof. Randall Kyes dari University of Washington Amerika Serikat dalam kegiatan Expert Lecture dengan tema “Promoting Human-Primate Coexistence Through Field Training and Outreach Education: Are We Making a Difference? Are We Doing Enough?” yang diselenggarakan di The Gade Creative Lounge, Kandaga Unpad, Jatinangor, pada Jumat, 31 Januari 2025.
Upaya menciptakan koeksistensi ini tidak hanya menjadi tantangan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih luas diperlukan, termasuk melalui kolaborasi antar institusi dalam dan luar negeri. Kemitraan ini berperan penting dalam mendukung pelatihan dan edukasi bagi masyarakat untuk memahami konflik serta menemukan solusi yang efektif.
Menindaklanjuti hal tersebut, Unpad melalui Direktur Pendidikan Non Gelar, drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., bersama Kepala Kantor Urusan Internasional, Anggia Utami Dewi, S.IP., M.IS., Ph.D. dan perwakilan Kantor Urusan Internasional Fakultas di Unpad, menjajaki peluang kolaborasi dengan University of Washington. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pelatihan dan edukasi dalam upaya menciptakan koeksistensi antara manusia dan satwa liar.
“Kemitraan jangka panjang yang aktif antara institusi negara habitat dan non-habitat sangat penting untuk memfasilitasi penelitian yang diperlukan dalam mengatasi konflik dan mencari solusi untuk koeksistensi yang lebih baik, serta menyediakan pelatihan dan sosialisasi untuk mendukung konservasi yang lebih berkelanjutan,” papar Prof. Kyes.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis pada pelatihan serta sosialisasi, diharapkan koeksistensi antara manusia dan satwa liar dapat terwujud, memberikan manfaat jangka panjang bagi konservasi dan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama antara Unpad dan University of Washington menjadi langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih harmonis bagi lingkungan dan kehidupan manusia.*


