Magister Teknologi Industri Pertanian

Gelar Lulusan
Magister Teknologi Pertanian (M.T.P.)
Akreditasi
Baik Sekali (BAN-PT), ASIIN
Durasi Studi
2 tahun
Lokasi Kampus
Jatinangor

Deskripsi

Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian (MTIN) Universitas Padjadjaran dirancang sebagai ekosistem pendidikan inovatif untuk menjawab tantangan global agroindustri. MTIN menyiapkan lulusan dengan engineering mindset yang berorientasi business outcomes, berpikir digital, serta berkarakter kepemimpinan transformasional.
Kurikulum MTIN menggabungkan Outcome-Based Education (OBE), Project-Based Learning (PBL), dan flipped-classroom. Selama empat semester, mahasiswa akan menempuh perjalanan pembelajaran bertahap:
● Problem–Solution Fit: mengidentifikasi tantangan agroindustri dengan Design Thinking.
● Market–Solution Fit: memvalidasi inovasi dengan pasar nyata.
● Business Model Fit: merancang model bisnis dan perlindungan HKI.
● Scale-Up & Akselerasi: mengembangkan strategi pendanaan, branding, dan ekspansi usaha.
Visi MTIN adalah “Menjadi Program Studi Unggul dalam mencetak Innovation-Driven Enterprises berbasis Agroindustri Lestari 2027”. Profil lulusan diarahkan untuk mengambil lima peran strategis: Agri-Tech Innovator, Agro Policy Architect, Sustainable Venture Builder, Community Impact Catalyst, dan Agri Media Strategist.

Keunggulan lain MTIN adalah kesempatan mengikuti program dual degree dengan universitas-universitas internasional, termasuk di Jepang. Melalui skema ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik lintas negara, membangun jejaring global, serta meraih gelar ganda yang memperkuat daya saing internasional.

Dengan total 56 SKS, mahasiswa MTIN dibekali fondasi kuat dalam teknologi proses, digitalisasi agroindustri, kewirausahaan, serta keberlanjutan. Lebih dari sekadar program magister, MTIN adalah ekosistem inovasi yang melahirkan technopreneur dan pemimpin perubahan di agroindustri Indonesia dan dunia.

Kurikulum dan Mata Kuliah

Mata Kuliah Wajib (Core & Project Lab): 9 mata kuliah

  1. Fundamentals of Technological Innovation
  2. System Thinking and Agroindustry Futures
  3. Research Methodology and Critical Review
  4. Policy, Governance, and Regulation of Agroindustry
  5. Entrepreneurship and Impact Strategy
  6. Project Lab 1: Problem–Solution Fit
  7. Project Lab 2: Market–Solution Fit
  8. Project Lab 3: Business–Model Fit
  9. Project Lab 4: Scale-Up and Policy Engagement

Mata Kuliah Pilihan (Electives): 9 mata kuliah
● Jalur Teknologi dan Data (3 MK):
○ Smart Farming and IoT
○ Data-Driven Agroindustry Strategy
○ Digital Transformation in Agroindustry

● Jalur Model Bisnis dan Inklusi Sosial (3 MK):
○ Inclusive Business Model Design
○ Lean Startup for Social Innovation
○ Social Finance and Funding Strategy

● Jalur Kebijakan dan Ekosistem (3 MK):
○ Participatory Policy Design
○ Stakeholder & Ecosystem Orchestration
○ Policy Advocacy and Communication

Total: 18 mata kuliah tersedia, di mana mahasiswa diwajibkan mengambil 12 mata kuliah (54 SKS):
● 9 mata kuliah wajib (36 SKS)
● 3 mata kuliah pilihan dari 1 jalur peminatan (9 SKS)
● Proyek akhir terintegrasi dalam Project Lab 4 (3 SKS

Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran di prodi MTIN menggabungkan Outcome-Based Education (OBE), Project-Based Learning (PBL), dan flipped-classroom

Kompetensi Lulusan

Untuk memastikan ketercapaian visi program studi dan profil lulusan yang diharapkan, setiap Program Educational Objectives (PEO) diturunkan secara sistematis ke dalam sejumlah Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). CPL ini merepresentasikan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan MTIN, sesuai dengan arah strategis lima peran lulusan: Agri-Tech Innovator, Agro Policy Architect, Sustainable Venture Builder, Community Impact Catalyst, dan Agri Media Strategist. Berikut Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pad program studi MTIN :

  1. Mengintegrasikan sains, teknologi, dan bisnis dalam riset agroindustri berkelanjutan
  2. Menganalisis masalah kompleks dan menciptakan solusi inovatif bernilai ekonomi–sosial
  3. Mengembangkan dan mengelola model bisnis agroindustri berbasis inovasi
  4. Merumuskan kebijakan agroindustri berbasis data dan teknologi
  5. Merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan komunitas berbasis teknologi
  6. Menyusun dan menyampaikan komunikasi inovasi berbasis data melalui storytelling digital
  7. Memimpin proyek lintas disiplin secara kolaboratif dan agile
  8. Merancang transformasi digital agroindustri berbasis teknologi frontier (AI, blockchain, big data)

Share this: