Ilmu Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler

Gelar Lulusan
Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.K.N.)
Akreditasi
Unggul (LAM-PTKes)
Durasi Studi
8 Semester
Lokasi Kampus
Bandung

Program Studi Kedokteran Nuklir merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada pemanfaatan radiasi dan bahan nuklir untuk diagnosis, terapi, serta penelitian pada tingkat Teranostik dan molekuler. Sebagai satu-satunya institusi pendidikan di Indonesia yang menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran telah berkomitmen sejak pendiriannya pada tahun 1998 untuk menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang ini
Keunggulan kedokteran nuklir terletak pada kemampuannya mendeteksi perubahan fisiologis dan biokimia menggunakan radiofarmaka serta berbagai alat berteknologi tinggi seperti kamera SPECT/CT dan PET/CT. Selain itu, program studi ini memiliki tujuan strategis untuk menghasilkan dokter spesialis yang kompeten di bidang diagnostik dan terapi, terutama dalam nuklir onkologi dan kardiologi, dengan standar internasional.

Keunggulan

Program Studi Kedokteran Nuklir di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Sebagai satu-satunya pusat pendidikan dokter spesialis kedokteran nuklir di Indonesia, program ini memainkan peran strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang kedokteran nuklir dan teranostik molekuler
Keunggulan utama terletak pada pendekatan berbasis teknologi canggih untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Program ini menggunakan alat modern seperti kamera SPECT/CT dan PET/CT yang memungkinkan pencitraan molekuler dan fungsi organ secara detail. Radiofarmaka terbaru, termasuk ¹⁸F-FDG dan ⁶⁸Ga, digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan efektivitas terapi

Kompetensi Lulusan

Lulusan Program Studi Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekular Unpad memiliki kompetensi dalam mendiagnosis dan merawat penyakit dengan menggunakan teknologi nuklir, termasuk pencitraan dan terapi berbasis isotop radioaktif. Mereka terampil dalam melakukan prosedur diagnostik seperti PET scan, SPECT, serta terapi nuklir untuk kondisi seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan endokrin. Lulusan ini juga mampu merancang dan mengelola rencana perawatan medis yang melibatkan penggunaan radiofarmaka, serta memahami aspek keselamatan radiasi. Dengan pengetahuan mendalam tentang teknologi nuklir dan medis, mereka siap berkontribusi dalam rumah sakit, klinik, dan riset untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan berbasis nuklir.

Email: kaprodi.nuklir.sp1@unpad.ac.id

Share this: