[Kanal Media Unpad] Pusat Studi Inovasi Digital (DIGITS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, melalui kegiatan hibah penelitian kolaboratif KONEKSI yang dibiayai Pemerintah Australia, berkontribusi meningkatkan pemahaman tentang berbagai penyakit yang menyerang udang serta solusi berbasis teknologi dalam mencegah penyebaran wabah penyakit udang.
DIGITS FEB Unpad menyelenggarakan seminar “Shrimp Disease and Technological Approach to Prevent the Disease Outbreak” di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad, Kampus Pangandaran, pada Jumat 14 Februari 2025. Acara ini diselenggarakan dalam rangka pengembangan Disease Reporting and Monitoring System (DRMS), yaitu platform kolaboratif terbuka yang memungkinkan pembudidaya udang dan pemangku kepentingan untuk berbagi data secara real-time, melaporkan, dan memantau potensi penyakit di lingkungan tambak udang.
“Kegiatan ini dilakukan secara hybrid. Kami sangat senang acara dihadiri penuh oleh peserta baik di kampus Pangandaran, maupun yang hadir secara online. Kami sangat mengharapkan materi yang disampaikan baik dari sisi pemahaman tentang tantangan dalam penanganan penyakit udang dan juga pendekatan Action Design Research dapat memberi inspirasi dalam pelaksanaan riset dan penerapan profesi,” ujar Prof. Hamzah Ritchi, Ketua Tim Riset DRMS penerima hibah KONEKSI 2024 yang juga kepala DIGITS FEB Unpad.
Acara ini menghadirkan pembicara ahli di bidangnya, yaitu Dr. Sandeep M. Sesadrinath dari University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia yang membawakan materi tentang Action Research Design dan Citizen Scientist dan Alexander M.A. Khan, Ph.D dari Universitas Padjadjaran yang membawakan materi tentang berbagai masalah di bidang budidaya udang yang menjadi tantangan keberlanjutan dan pengembangan DRMS sebagai salah satu strategi mitigasi penyebaran penyakit udang di Indonesia.
“Proyek DRMS yang dilaksanakan oleh DIGITS FEB Universitas Padjadjaran ini merupakan salah satu wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa PSDKU Unpad Pangandaran dalam berinteraksi dengan komunitas peneliti internasional. Terima kasih telah mengundang kami untuk terlibat dalam pengalaman akademis yang sangat berharga ini,” ujar Alexander M.A. Khan, Ph.D selaku anggota tim riset DRMS dan Direktur PSDKU Unpad Pangandaran.
Seminar dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang secara hybrid, termasuk yang berasal dari staf pemerintah pusat dan daerah, konsultan budidaya, praktisi, akademisi dan tidak ketinggalan mahasiswa. Selain sesi pemaparan materi, acara juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi sehingga dialog interaktif diantara peserta dan pemateri menjadi sarana pertukaran pengalaman yang efektif dan konstruktif. Dengan keberhasilan seminar ini, DIGITS FEB Unpad berharap dapat terus menghadirkan acara edukatif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.* (Rilis)
Tentang DIGITS FEB Unpad
Pusat Studi Inovasi Digital (Center for Digital Innovation Studies atau DIGITS) merupakan upaya FEB Unpad untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan serta kemampuan pada bidang Inovasi yang berkaitan dengan bisnis dan digitalisasi. Melalui misi yang menjadi landasan konsep “Ekosistem Diginnovation yang berkelanjutan”, DIGITS hadir untuk membantu memperkuat ekosistem digital melalui beragam inisiatif yang mendorong orang-orang untuk membuat inovasi digital yang berkelanjutan. Landasan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan riset, konsultasi, advisory, dan kegiatan lainnya yang dapat mengembangkan kapasitas individu.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Email: digits.feb@unpad.ac.id
Telp.: (022) 2509055






