[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mendukung pelaksanaan rekrutmen program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dengan menyediakan fasilitas tes kepada 7.946 peserta yang terdaftar mengikuti tahap seleksi tes psikologi di Unpad Kampus Jatinangor mulai Minggu 2 Maret 2025 hingga Rabu 5 Maret 2025 nanti.
“Unpad berkomitmen untuk selalu mendukung program pemerintah, dan salah satunya adalah mendukung pelaksanaan rekrutmen SPPI ini. Dalam hal ini, Unpad menyediakan fasilitas pelaksanaan tes berbasis komputer, sedangkan soal dan lain-lain disuplai langsung oleh Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan RI,” ujar Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad.
Prof. Widya yang meninjau langsung pelaksanaan tes hari pertama di Unpad Kampus Jatinangor mengatakan, Unpad memiliki sarana prasarana memadai dan telah berpengalaman menyelenggarakan ujian Computer Assisted Test (CAT), seperti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Semoga pelaksanaan berjalan lancar hingga selesai nanti,” ujar Prof. Widya.
Program SPPI dirancang untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia, khususnya di bidang pemenuhan gizi nasional. Calon yang terpilih akan ditempatkan sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia di bawah Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bertugas memimpin dan mengoordinasikan penyelenggaraan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara Kolonel Arm Doni Priambodo, SIP, MSi. (Han) dari Universitas Pertahanan RI mengatakan, rekrutmen kali ini merupakan pelaksanaan batch 3. Pendaftaran calon peserta dibuka sejak Desember 2024 lalu, dan terdaftar kurang lebih 206 ribu pelamar.
“Setelah verifikasi administrasi, sekitar 90 ribu orang dipanggil untuk melaksanakan tes psikologi dengan metode CAT. Di Jawa Barat ada 14.946 peserta, dibagi dua lokasi yaitu Secapa dan Unpad. Sebanyak 7.946 peserta akan mengikuti tes di Unpad,” jelas Kolonel Arm Doni.
Lebih lanjut Kolonen Arm Doni menjelaskan, dalam jangka panjang para calon SPPI ini diharapkan tidak hanya mengelola hal terkait MBG, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di daerah penempatannya masing-masing. Setelah lulus seleksi, mereka akan menjalani pendidikan selama 3 bulan terdiri dari dua bulan dibekali pengetahuan dasar militer agar disiplin dan satu bulan dibekali pengetahuan manajemen, seperti penyediaan makanan bergizi, pendistribusiannya, pengelolaan dana, serta pengetahuan pangan dan pertanian.
“Kami bersyukur Unpad mendukung pelaksanaan tes ini. Setelah kami survei ke beberapa kampus, Unpad memiliki sarana dan prasarana yang sangat memadai dan juga punya pengalaman yang sangat baik dalam pelaksanaan ujian semacam ini,” ujar Kolonel Arm Doni.
Koordinator pelaksana lapangan di Unpad, Dr. Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., mengatakan, keterlibatan Unpad adalah salah satu bentuk kontribusi Unpad dalam mendukung program prioritas pemerintah. Menurut Dr. Inu, tes dilaksanakan dalam 3 sesi setiap harinya, dengan setiap sesi diikuti oleh 615 peserta.
“Dukungan yang diberikan Unpad dalam pelaksanaan tes ini antara lain, lokasi ujian dengan fasilitas pendukungnya seperti teknisi ruang dan pengawas ujian, lalu fasilitas kemananan internal dan verifikator peserta ujian sebelum masuk ke lokasi tes oleh personil Menwa, dan fasilitas jaringan yang stabil agar peserta dipastikan tidak mengalami kendala jaringan saat mengerjakan ujian,” jelas Dr. Inu.
Tes dilaksanakan di 6 lokasi di lingkungan Unpad Kampus Jatinangor, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS).*













