Alumni Unpad Harus Siap Bersaing Secara Global, Bermoral dan Berempati

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., PhD., saat melantik salah satu dari 2.286 wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa 6 Mei 2025. (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran mencetak lulusan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermoral dan berempati. Berbekal integritas dan semangat belajar sepanjang hayat, alumni Unpad harus siap menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan dunia. Karena sejatinya, kualitas sebuah universitas tercermin dari karya dan sikap para lulusannya.

Demikian dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., PhD., mewakili Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, ketika melantik 2.286 wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa 6 Mei 2025.

“Gelar yang diraih bukan garis akhir, tapi titik awal untuk pengabdian yang lebih besar. Ingatlah di manapun kalian berkarya, kalian membawa nama almamater dan nilai-nilai luhur yang tertanam selama menempuh pendidikan di Unpad, yaitu integritas, empati, kerja keras, dan kolaborasi. Jangan pernah melupakan akar budaya dan jati diri,” ujar Prof. Zahrotur Rusyda.

Sebagai lulusan baru, alumni Unpad berada di garis depan menghadapi dinamika perubahan zaman dengan peran sebagai pencipta solusi, bukan sekadar pencari kerja. Terbiasa hidup di tengah digitalisasi dan sistem informasi yang serba cepat, melatih untuk berpikir adaptif, inovatif, dan tangguh. Dengan bekal tersebut, lulusan Unpad diyakini mampu menaklukkan tantangan global dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

“Lulusan Unpad harus siap bersaing di pasar global, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai inovator dan pemimpin. Kalian bisa berkarya untuk dunia, dari mana pun berada,” ujar. Prof. Zahrotur Rusyda.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi secara khusus kepada sejumlah wisudawan, yaitu:

  1. Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Diba Grace Auliya, dari Program Studi Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, yang telah mempublikasikan satu publikasi di jurnal Q1, lima jurnal Q2, dua jurnal Q3, satu jurnal Sinta 1, serta meraih Best Presenter dan 2nd Favorite Winner di seminar internasional;
  2. Wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Ardian Nurcahya, dari Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dengan empat publikasi di jurnal Q1, tiga paten terdaftar, serta satu jurnal nasional Sinta 2;
  3. Wisudawan terbaik Program Subspesialis diraih oleh Marshell Tendean, dari Program Studi Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, dengan dua publikasi ilmiah;
  4. Wisudawan terbaik Program Spesialis diraih oleh Ricky Suritno, dari Program Studi Bedah Anak, Fakultas Kedokteran, dengan dua Jurnal Scopus serta Juara 1 Moderated poster pada 16th Congress of The Asean Society of Pediatric Surgery di Kuala Lumpur;
  5. Wisudawan terbaik Program Profesi diraih oleh Muhammad Farhan Ramadhan, dari Program Studi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, yang merupakan penerima beasiswa KIP-K, memiliki satu publikasi di Sinta 3;
  6. Wisudawan terbaik dari Program Sarjana diraih oleh Shofia Az Zahra Aulia, dari Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, memiliki dua jurnal Sinta 3, satu jurnal Sinta 5, dan prestasi non akademik lainnya;
  7. Wisudawan terbaik dari Program Sarjana Terapan diraih oleh Hasna Putri Ramadiani, dari Program Studi Bisnis Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan satu publikasi di Jurnal Nasional dan tiga prestasi non akademik.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada dua wisudawan istimewa pada momen wisuda kali ini. Praptisih dari Program Doktor, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Geologi, meraih gelar doktor di usia 66 tahun 9 bulan 20 hari, menjadikannya wisudawan paling senior secara usia. Sementara itu, wisudawan termuda diraih oleh Ghinna Azmi Nurhaliza dari Program Sarjana, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, yang berhasil lulus di usia 20 tahun 3 bulan 17 hari, menunjukkan semangat belajar luar biasa dari generasi muda Unpad.*

Share this: