


[Kanal Media Unpad] Alumni adalah elemen penting bagi setiap universitas. Posisi alumni bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi dapat memiliki kontribusi yang sangat besar untuk mengangkat reputasi dan kredibilitas, serta pengembangan almamaternya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, mengatakan hal tersebut dalam momen Pesan Inspiratif Alumni Universitas Padjadjaran pada Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 Sesi 5 di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Kamis 8 Mei 2025. Prof. Atip adalah alumni Fakultas Hukum Unpad yang juga Guru Besar FH Unpad.
“Terkait relasi antara alumni dan universitasnya, saya mencatat beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai alumni. Pertama, keberadaan alumni bagi universitas adalah untuk membentuk jaringan. Terbukti universitas dengan jaringan, interaksi, dan relasi yang sangat baik di antara mereka dapat mengangkat reputasi dan kredibilitas universitas tersebut,” ujar Prof. Atip.
Kedua, lanjut Prof. Atip, keberadaan alumni dapat menjadi salah satu sumber untuk mendukung financial support bagi universitas. Dukungan semacam itu telah dikelola oleh banyak universitas di seluruh dunia, termasuk kampus-kampus ternama. Lalu ketiga, professional expertise dari para alumni akan memperkuat reputasi dan kredibilitas universitas.
Keempat, yang juga sangat penting, Prof. Atip mengajak alumni menjaga citra dengan menjalankan fungsi public relation bagi universitas.
“Saya sebagai alumnus mengajak untuk selalu menjaga nama baik almamater dengan cara terus menerus meningkatkan professional expertise kita dengan bekal awal dari ilmu yang kita dapatkan dari Unpad,” ujar Prof. Atip.
Sementara bagi alumni sendiri, menjaga hubungan baik dengan almamater dapat pula meningkatkan karir dan pengembangan diri setelah lulus kuliah. Prof. Atip memaparkan, relasi tersebut antara dapat berpengaruh pada career advancement atau pengembangan karier, keberlanjutan studi, social connection, sense of belonging atau rasa memiliki yang juga akan berpengaruh kepada tanggung jawab menjaga nama baik, serta diferensiasi untuk menghadapi kompetisi.
“Jadi pertemuan yang diadakan oleh ikatan alumni jangan hanya bernostalgia, tetapi harus juga menjadi bagian dari social connection untuk pengembangan karier. Rasa memiliki kepada almamater juga penting karena kita akan bertanggung jawab menjaga nama baik, reputasi dan kredibilitas universitas kita,” ujar Prof. Atip.



Dana Abadi dan Wakaf
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, M.A. (SUT), PhD., menginformasikan peluang bagi seluruh pihak untuk berkontribusi pada pengembangan pendidikan di Unpad. Universitas Padjadjaran membuka ruang bagi seluruh sivitas akademika Unpad, alumni dan masyarakat umum untuk ikut serta dalam memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan adalah melalui Endowment Fund atau Dana Abadi Unpad dan Wakaf Unpad.
“Dana Abadi dan Wakaf Unpad ini adalah wadah bagi sivitas akademika Unpad, alumni dan masyarakat umum untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui pengembangan pendidikan,” ujar Dandi.
Dandi menjelaskan Dana Abadi Unpad akan menjaga nilai dana yang telah terkumpul agar tidak berkurang dan dapat terus berkembang melalui investasi dan usaha yang dikembangkan. Hasil dari pengelolaan dana tersebut selanjutnya digunakan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan serta meningkatkan fasilitas pembelajaran yang ada di Unpad.
Sementara itu, Wakaf Unpad memfasilitasi para donatur untuk memilih secara langsung program wakaf yang akan dipilihnya melalui laman resmi yang saat ini masih dikembangkan dan akan diluncurkan pada akhir Mei 2025 mendatang.
Donasi Dana Abadi Unpad dapat dilakukan melalui https://endowment.unpad.ac.id/ sedangkan wakaf dapat dilakukan melalui https://wakaf.unpad.ac.id/ setelah lamannya diluncurkan pada akhir Mei 2025 mendatang.* (Reporter: Aziizah Ika Meichella H. P.)
