





[Kanal Media Unpad] Sebanyak 145 mahasiswa Universitas Padjadjaran mengikuti Pelatihan Public Speaking Professional Certificate by Toastmasters International yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Non Gelar Unpad secara hybrid di Lab. Komputer Gedung Akademik 2 Fakultas Keperawatan Unpad Jatinangor dan Unpad PSDKU Pangandaran, Kamis 15 Mei 2025.
“Pelatihan ini adalah sertifikasi co-branding antara LinkedIn Learning dengan Toastmaster International yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa Unpad, baik yang berasal dari bidang ilmu komunikasi maupun di luar bidang ilmu komunikasi. Peserta yang menyelesaikan kursus hingga akhir akan memperoleh sertifikat dari LinkedIn,” ujar Direktur Pendidikan Non Gelar (DPNG) Unpad, drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D.
Erli menjelaskan, Unpad telah memperoleh akses LinkedIn Learning untuk 10 ribu akun sebagai salah satu sarana pembelajaran di luar program studi. Akses yang telah tersedia sejak 3 tahun terakhir ini sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan mahasiswa karena bisa memfasilitasi tersedianya pelatihan keterampilan tertentu yang tidak disediakan di program studinya.
“Pelatihan kali ini sengaja kami selenggarakan secara luring supaya mahasiswa lebih semangat mengikutinya. Ini inisiasi dari DPNG Unpad, kita memilih course yang diminati dan bermanfaat untuk menambah keterampilan mahasiswa saat memasuki dunia kerja. Jika diperlukan, prodi bisa juga mengajukan course nanti DPNG yang carikan di LinkedIn Learning,” ujar Erli.
DPNG Unpad, lanjut Erli, akan mempersiapkan course berikutnya dengan keterampilan bervariasi mulai dari bidang humaniora hingga digital skill. Pelatihan berikutnya yang dapat diikuti antara lain tentang keterampilan MS Excel, Human Resource, Email Marketing Mailchimp, Disability Inclusion, Social Media Marketing, Artificial Intelligence, Sustainaibility, dll.
“Sertifikatnya bisa digunakan untuk memenuhi salah satu kewajiban mahasiswa agar memiliki minimal satu sertifikat dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Tentu disarankan jangan hanya satu, karena banyak pelatihan yang akan diselenggarakan sehingga mahasiswa bisa memperoleh banyak sertifikasi bermanfaat,” ujarnya.*



