Unpad Gelar Kegiatan Pemetaan Partisipatif Wilayah Penangkapan Ikan di Pangandaran

Foto bersama saat pelaksanaan kegiatan kolaboratif bersama masyarakat pesisir tentang Participatory Mapping wilayah penangkapan ikan skala kecil di kawasan pesisir Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Senin, 23 Juni 2025. (Foto: Dokumentasi FPIK Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) kembali menggelar kegiatan kolaboratif bersama masyarakat pesisir yang berfokus pada Participatory Mapping wilayah penangkapan ikan skala kecil di kawasan pesisir Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Senin, 23 Juni 2025.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 15 nelayan yang merupakan anggota dari Kelompok Rukun Nelayan (RN) Bojongsalawe. Dalam sambutannya, Ketua RN Bojongsalawe, Sugito,  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unpad atas komitmen yang terus melibatkan masyarakat nelayan dalam berbagai program pengabdian.

“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memahami dan menjaga sumber daya laut yang menjadi tumpuan hidup,” ujar Sugito.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema hibah Academic Leadership Grant (ALG) Universitas Padjadjaran yang diketuai oleh Prof. Zuzy Anna. Program ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 14: Ekosistem Laut, khususnya dalam upaya konservasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Lantun Paradhita Dewanti, S.Pi., M.EP., yang menjelaskan pentingnya identifikasi wilayah tangkap potensial, pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat bagi nelayan, tetapi juga menjadi ruang belajar penting bagi kalangan akademisi.

Bagi kami para akademisi, nelayan bukan hanya mitra, tetapi juga guru. Mereka adalah ruang belajar nyata yang memperkaya pengetahuan kami akan praktik perikanan di lapangan,” ungkap Lantun.,

Acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh tim pengabdian, yaitu Noir Primadona Purba, M.Si., dan Lantun Paradhita Dewanti, S.Pi., M.EP. Dalam sesi ini, para nelayan secara aktif memetakan lokasi penangkapan ikan berdasarkan pengalaman harian dan data hasil tangkapan, ke dalam peta perairan Pangandaran yang telah disiapkan oleh tim. Selain itu, dilakukan pula identifikasi jenis alat tangkap yang digunakan dan jenis ikan yang dominan tertangkap pada waktu-waktu tertentu.

Untuk memperkuat data, tim juga membagikan kuesioner kepada seluruh peserta. Informasi yang terkumpul akan menjadi bagian dari kajian akademik sekaligus masukan bagi perumusan kebijakan pengelolaan perikanan skala kecil yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Unpad terus mendorong sinergi antara akademisi dan masyarakat pesisir, meningkatkan kesadaran nelayan terhadap pentingnya keberlanjutan sumber daya laut, serta mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan nelayan lokal di Bojongsalawe dan sekitarnya.*

Share this: