Meminimalkan Konsumsi Plastik Saat Belanja, Vertesac Antarkan Atika Putri Jadi Duta Lingkungan Muda Bayer

Atika Putri saat meraih prestasi Best Project dan menjadi Duta Lingkungan Muda Bayer dalam ajang BYEE 2013 di Jakarta bersama dengan Syaiful Sadir dari Universitas Hassanudin (foto: Bayer.com)*

[Unpad.ac.id, 12/10/2013] Sampah plastik adalah material yang sulit diurai ketika tertimbun di tanah. Banyaknya sampah plastik hasil aktivitas manusia dapat menyebabkan pencemaran tanah dan lingkungan. Sayangnya, masyarakat masih enggan melirik seberapa besar bahaya yang timbul akibat pencemaran tersebut.

Atika Putri Astrini (Foto oleh: Arief M)*

Atika Putri Astrini, Duta Lingkungan Muda Bayer (Bayer Young Environmental Envoy / BYEE) 2013 punya cara tersendiri untuk menekan konsumsi plastik. Ia merancang smart shopping bag, sebuah tas lipat yang memungkinkan penggunanya mengontrol aktivitas belanja. Ia pun menamai produknya Vertesac, yang diambil dari Bahasa Perancis, yaitu verte (hijau) dan sac (tas).

Smart shopping bag ini adalah tas yang mengintegrasikan teknologi dan bahan ramah lingkungan untuk digunakan dalam aktivitas belanja,” ujar Atika yang juga seorang mahasiswa dari prodi Manajemen FEB Unpad.

Vertesac karya Atika Putri *

Vertesac mengintegrasikan sistem Radio Frequency Identification (RFID). Sistem ini dapat melacak aktivitas belanja seseorang yang langsung dikoneksikan ke mobile apps melalui QR code di dalamnya. Bukan hanya itu, sistem RFID tersebut juga digunakan sebagai kartu anggota/diskon.

Dengan produk rancangannya, konsumsi plastik sebagai pembungkus barang belanja dapat diminimalisir. Namun, di sisi lain kegiatan perekonomian pun tetap berjalan. Produknya memang mengandung pesan bahwa go green dapat berjalan seiringan dengan kegiatan bisnis.

Ide pengintegrasian teknologi RFID merupakan ide awal Atika pada 2011 lalu. Dalam penerapannya,  Atika pun menggaet beberapa tim dari ITB. Bukan hanya itu, ia pun memberdayakan komunitas ibu-ibu perajin tas dari desa Cimareme, Kabupaten Bandung sebagai mitra produksi tas. Produk ini pun kini tengah didaftarkan ke UPT HAKI Unpad.

“Saya sengaja mengajak komunitas ibu-ibu dari Cimareme karena komunitas tersebut sudah punya pasar sendiri dalam memasarkan produknya,” ungkapnya.

Melalui Vertesac, Atika pun meraih prestasi Best Project dan menjadi Duta Lingkungan Muda Bayer dalam ajang BYEE 2013 di Jakarta bersama dengan Syaiful Sadir dari Universitas Hassanudin. Keduanya pun akan kembali diikutsertakan pada BYEE tingkat internasional di Jerman pada 11 – 15 November mendatang.

Menjadi duta muda lingkungan, ada kampanye yang diangkat oleh Atika, yaitu pengurangan sampah plastik. “Kita harus bisa mengurangi plastik dengan inovasi dan dapat menarik solusi bagaimana cara membuat masyarakat tertarik untuk tidak membuang terlalu banyak sampah plastik. Kita juga kerjasama dengan beberapa organisasi lingkungan,” ujar Atika.

Atika Putri saat meraih prestasi Best Project dan menjadi Duta Lingkungan Muda Bayer dalam ajang BYEE 2013 di Jakarta bersama dengan Syaiful Sadir dari Universitas Hassanudin (foto: Bayer.com)*

Atika pun punya cara tersendiri dalam memandang konsep go green. Ia mengungkapkan, aksi ramah lingkungan tidak harus menekan habis-habisan jumlah konsumsi plastik. “Go green itu masih memungkinkan kita untuk belanja kok, tapi dengan bijak. Karena, green itu lebih pada efisiensi dan efektivitas,” ungkap Atika.

Kepada rekan-rekan mahasiswa, Atika pun punya pesan tersendiri. Diakuinya, mahasiswa adalah kaum intelektual yang dituntut menghasilkan inovasi untuk keberlangsungan bumi tercinta ini. “Mahasiswa itu masih fresh dan pengetahuannya banyak, sehingga seharusnya dapat menghasilkan inovasi yang didukung kreativitas,” tuturnya.

Di Jerman nanti, Atika pun akan mempresentasikan Vertesac sebagai solusi efektif pengendalian sampah plastik. Selamat berjuang!*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Share this: