Program Inkubasi Inovator Unpad Menguatkan Komersialisasi Riset melalui Pendampingan Bertahap

Pelaksanaan Program Inkubasi Inovator Unpad bertema “Introduction to Business Incubation and the Basics of Product Commercialization” yang diselenggarakan di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Unpad Jatinangor, Kamis, 19 Juni 2025. (Foto: Dokumentasi KST Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Unit Layanan Inkubasi Bisnis Business Integrated Generator (BIG) Unpad, Kantor Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat (DRHPM) secara konsisten menjalankan komitmennya dalam mendukung hilirisasi inovasi berbasis riset. Program Inkubasi Inovator Unpad yang digelar secara bertahap sejak 19 Juni 2025 ini hadir sebagai wadah pendampingan intensif bagi para inventor Unpad agar mampu mengembangkan dan mengkomersialkan hasil penelitiannya secara berkelanjutan dan berdampak.

Kegiatan pertama program ini digelar secara luring pada Kamis, 19 Juni 2025 di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Unpad dengan tema “Introduction to Business Incubation and the Basics of Product Commercialization”. Acara ini dibuka oleh Dr. Eng. Uji Pratomo, M.Si., Kepala KST DRHPM Unpad, yang memaparkan roadmap inovasi dan hilirisasi riset Unpad 2025–2029. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya konsolidasi inovasi berkelanjutan untuk mendukung daya saing nasional.

Ketua BIG Unpad, Dr. Nurillah Jamil Achmawati Novel, S.AB., MBA., memperkenalkan empat fase inkubasi: perencanaan, uji pasar, penyempurnaan produk, dan komersialisasi. Fase ini dirancang untuk memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari teknis hingga manajerial.

Sesi utama menghadirkan Wusda Hetsa Ribawa, Pendiri Hijrah Bisnis Model, yang menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar sebelum menawarkan produk inovatif. “Jangan hanya menjual apa yang ingin kamu buat, tapi jual apa yang benar-benar dibutuhkan pasar,” pesannya. Ia juga membagikan contoh inovasi sederhana namun berdampak besar, seperti desain kemasan praktis yang menjawab kebutuhan konsumen.

Program ini berlanjut ke kegiatan kedua pada Kamis, 4 Juli 2025, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Menghadirkan Aang Permana, Founder & CEO Sipetek Food, sesi ini mengangkat tema seputar strategi menemukan product-market fit, teknik pemetaan pasar, serta pemasaran berbasis data.

Dengan pendekatan praktis dan pengalaman nyata sebagai pelaku UMKM dan mentor, Aang Permana menyampaikan bahwa pemasaran harus didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap konsumen. “Konsep jualan itu sederhana. Yang harus dianalisis adalah kenapa konsumen tidak memberikan uangnya ke kita,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya membentuk tim bisnis khusus agar inventor dapat tetap fokus dalam riset, sementara urusan komersialisasi diserahkan kepada tim yang kompeten di bidang bisnis.

Program ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka ruang diskusi yang mempertemukan pelaku riset dan mentor bisnis. Melalui kegiatan ini, Unpad mempertegas peran strategisnya dalam membangun ekosistem inovasi yang adaptif dan berdampak bagi masyarakat.

Dengan keberlanjutan program inkubasi ini, BIG Unpad mengukuhkan diri sebagai penggerak hilirisasi inovasi yang tidak hanya membina, tetapi juga menjembatani dunia riset dengan kebutuhan pasar secara nyata.* (Rilis KST Unpad)

Share this: