Lembaga Wakaf Unpad Dapat Jadi Instrumen Penggerak Menuju Umat Terbaik

Foto bersama saat Pengajian Hari Besar Islam 1 Muharram 1447 H yang bertajuk “Hijrah Intelektual dan Spiritual: Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin melalui Ilmu, Amal, dan Wakaf yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Masjid Raya Unpad, Jatinangor, Kamis, 10 Juli 2025. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pengajian Hari Besar Islam 1 Muharram 1447 H yang bertajuk “Hijrah Intelektual dan Spiritual: Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin melalui Ilmu, Amal, dan Wakaf yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Masjid Raya Unpad, Jatinangor, Kamis, 10 Juli 2025. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan langkah awal bagi Unpad untuk membangun peradaban yang dapat memberikan rahmat bagi seluruh alam melalui Lembaga Wakaf Unpad.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan, dan Pengelolaan Bisnis Unpad sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Unpad Prof. Maman Setiawan menyampaikan bahwa tema pengajian yang digelar ini sangat relevan dengan komitmen Lembaga Wakaf Unpad untuk menjadi salah satu penggerak pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan berdampak sebagai fondasi bagi peradaban dan investasi spiritual jangka panjang.

Prof. Maman mengajak pada sivitas akademika Unpad, orang tua, alumni, serta mitra untuk menjadikan wakaf sebagai bagian dari gaya hidup intelektual dan spiritual bersama sebagai bentuk kotribusi dalam membangun Unpad yang lebih mandiri, berdaya, dan berkah.

“Insya Allah tentunya dengan semangat hijrah yang kita tanamkan pada hari ini kita sedang membangun Unpad yang lebih mandiri, berdaya, dan berkah. Tidak hanya untuk kampus kita, tetapi juga untuk bangsa dan negara Indonesia,” ujar Prof. Maman.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Prof. R. Widya S. Sumadinata menyampaikan pentingnya mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang ditujukan pada kemaslahatan umat. Dalam hal ini diharapkan Lembaga Wakaf Unpad dapat menjadi salah satu instrumen penggerak dalam proses hijrah menjadi umat yang terbaik.

“Wakaf menjadi salah satu instrumen di dalam ajaran Islam yang dapat membangun solidaritas umat dan membangun umat yang hebat. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan menggerakan kita untuk mau menjadi umat yang terbaik,” kata Prof. Widya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian ceramah oleh Dr. Adiwarman Karim, MBA., MAEP., dengan tema “Semangat Hijrah Intelektual dan Spiritual: Membangun Peradaban Rahmatan lil ’Alamin melalui Ilmu dan Amal” serta Dr. H. Tatang Astarudin, MSi., dengan tema “Semangat Hijrah Intelektual dan Spiritual: Wakaf sebagai Pilar Inklusif dan Berkelanjutan”.

Dijelaskan bahwa wakaf adalah sedekah yang memiliki nilai keabadian walaupun yang berwakaf telah tiada. Wakaf merupakan salah satu bentuk jejak kebaikan manusia dalam memberikan kebermanfaatan bagi sesama. Wakaf perlu menjadi sebuah tradisi dan gaya hidup agar terus mengalirkan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat yang mendapatkan manfaatnya.

“Melalui wakaf, Unpad tidak hanya melahirkan kampus yang cerdas saja, tetapi juga menjadi kampus yang cerdas dan barokah. Untuk itu Lembaga Wakaf Unpad bagian dari kontribusi keabadiannya dalam membangun jejak kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Tatang Astarudin dalam ceramahnya.*

Share this: