





[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima dua mahasiswa baru asal Palestina sebagai bagian dari komitmennya mendukung pengembangan pendidikan internasional. Kehadiran kedua mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat, 15 Agustus 2025. Langkah ini menjadi wujud solidaritas Unpad terhadap perjuangan kemanusiaan dan pengembangan sumber daya manusia global.
“Unpad berusaha untuk sebanyak mungkin menerima mahasiswa dari berbagai negeri, kami terima sebagai bagian dari keterbukaan Unpad terhadap seluruh masyarakat yang ingin menikmati pendidikan di Unpad. Jadi, salah satu bentuk inklusivitas adalah membantu seluruh masyarakat dari Palestina untuk dapat bersekolah di Unpad,” jelas Rektor Unpad.
Mereka adalah Fekri Y. A. Mohammed, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Plastik yang menempuh studi melalui program beasiswa Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI atau Indonesian AID) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, serta Sadeel Murad Mustafa Iraqe, mahasiswa Program Sarjana Kedokteran penerima beasiswa dari Universitas Padjadjaran. Selain itu, terdapat pula Razan Al-Iraqi, mahasiswa asal Palestina yang telah lebih dahulu menempuh studi pada Program Sarjana Kedokteran Unpad sejak 2023.
Kepala Program Studi PPDS Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Unpad, Dr. dr. Lisa Hasibuan, SpBP-RE(K), menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa asal Palestina di program ini berawal dari inisiatif dr. Lisa yang juga merupakan Ketua Kolegium Bedah Plastik bersama para dokter lain untuk membuka kesempatan beasiswa di bidang bedah plastik. Langkah ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan akan keahlian dokter bedah plastik di Palestina, khususnya untuk menangani pasien-pasien korban perang. Atas dasar itu, Kolegium Bedah Plastik bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Kesehatan RI, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI atau Indonesian AID), serta Kementerian Kesehatan Palestina untuk memberikan beasiswa.
“Kami ingin berkontribusi dalam membangun suatu sistem kesehatan yang baru, yang bisa menolong masyarakat Palestina untuk membangun negaranya lagi. Setelah menyelesaikan pendidikan di Unpad, mereka akan kembali ke negara. Mudah-mudahan membangun bisa membangun pendidikan bedah plastik di sana,” harap dr. Lisa.
Sementara itu, Sadeel, mahasiswa asal Palestina penerima beasiswa Unpad, memilih melanjutkan studi kedokteran di Unpad karena Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan tinggi, salah satunya adalah Unpad.
“Saya memilih Unpad karena Unpad merupakan salah satu universitas terbaik dalam bidang kedokteran di Indonesia,” ungkap Sadeel.
Fekri juga menyampaikan pandangan serupa mengenai pilihannya berkuliah di Unpad. Menurutnya, Unpad memiliki keunggulan dalam bidang riset dan program pengajaran yang berkualitas, sehingga ia meyakini akan memperoleh banyak manfaat dari proses belajar di sini, yang nantinya dapat diaplikasikan untuk memberi manfaat di Palestina.
Lebih lanjut sebagai mahasiswa yang telah menempuh pendidikan selama dua tahun di Unpad, Razan mengatakan telah merasakan keramahan dan sikap membantu dari masyarakat Indonesia, khususnya warga lokal dan lingkungan mahasiswa di Unpad. Pengalaman tersebut membuatnya merasa betah dan didukung selama menjalani studi.
“Lingkungan di sini (Unpad dan Jatinangor) sangat membantu dan ramah. Karena itu, saya ingin mengatakan kepada mahasiswa internasional yang akan datang ke Indonesia, jangan ragu untuk memilih Indonesia,” ujar Razan.
Dalam kesempatan ini, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., Direktur Akademik Unpad Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, S.Si., Apt., M.Si., Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional Unpad Anggia Utami Dewi, S.IP., M.IS., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Ruswana Anwar, dr., Sp.OG., Subsp. FER., M.Kes.
Melalui penerimaan mahasiswa asal Palestina ini, Unpad menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berkomitmen pada keunggulan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kerja sama internasional. Unpad berharap para mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan studi dengan baik, membawa ilmu dan keterampilan yang bermanfaat, serta menjadi duta persahabatan antara Indonesia dan Palestina di masa depan.*


