Peringati Hari Kemerdekaan, Mahasiswa Unpad Kibarkan Bendera Raksasa di Jembatan Cincin Jatinangor

Para mahasiswa yang terlibat dalam pengibaran bendera merah putih raksasa di Jembatan Cincin Jatinangor dalam rangka peringatan hari kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada Minggu 17 Agustus 2025. (Foto: Istimewa)*

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka menyemarakkan Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran dari berbagai unit kegiatan melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih raksasa pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 di Jembatan Cincin, Kecamatan Jatinangor. Jembatan Cincin yang berlokasi dekat dengan kampus Unpad ini dipilih karena lokasi tersebut merupakan landmark dan warisan yang sangat bersejarah di Jatinangor.

Unit kegiatan yang terlibat pada kegiatan ini yaitu Unit SAR Unpad, Pramuka Unpad, Blue Hikers FIB Unpad, KAPPA Fikom Unpad, Menwa Yon II Mahawarman Unpad, Mahatva Faperta Unpad, MAAR Geologi Unpad, Rejanawana FTIP Unpad, UKL Fapet Unpad, serta KSR PMI Unpad. Dibangun pada tahun 1917 hingga 1918, Jembatan Cincin sudah melaksanakan fungsinya sebagai jalur penghubung lebih dari 100 tahun. Para mahasiswa berharap aspek historis dari ikon Jatinangor tersebut dapat memberikan efek semangat yang mendalam selama pelaksanaan pengibaran bendera.

Sebelum aksi pengibaran bendera raksasa dilakukan, para pengibar bendera melaksanakan penyeragaman materi terlebih dahulu sehari sebelumnya di sekretariat Unit SAR Unpad. Di sana, mereka membahas teknis turun dan teknis pengibaran agar tidak terjadi miskomunikasi ketika pengeksekusian rencana dilakukan. Setelah penyeragaman materi, dilakukanlah gladi bersih langsung di Jembatan Cincin untuk mempraktekan apa yang sudah disepakati sebelumnya.

Pada Hari-H, pengibaran bendera Merah Putih raksasa berlangsung dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Tiada kendala teknis yang fatal ketika pemasangan jalur turun hingga penurunan bendera. Hanya saja, kejadian unik datang Ketika bendera sudah terbentang sempurna. Angin tiba-tiba berhembus dengan kencang dan menggelembungkan bendera laksana layar kapal. Para pengibar bendera terhempas ke depan dan belakang, memegangi bendera agar tidak lepas. Penjaga-penjaga tali di area bawah Jembatan Cincin pun turut berusaha menahan tali bendera sekuat mungkin agar tetap berada didalam jalur.

Setelah agenda pengibaran bendera raksasa usai, seluruh peserta diajak untuk menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Mereka pun menyantap hidangan yang tersedia sembari bercengkrama dan berkenalan satu sama lain, dilanjut dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan.* (Rilis)

Share this: