Unpad dan Syngenta Indonesia Gelar Kampanye “Youth for Agriculture”

Kegiatan online dialogue forum bertema “Roots of Change: Youth Leading the Transition to Sustainable Food Systems” yang merupakan bagian dari kegiatan Kampanye “Youth for Agriculture” yang diselenggarakan Unpad dan Syngenta Indonesia sepanjang Juli 2025. (Foto oleh: Syngenta Indonesia)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Syngenta Indonesia menggelar kampanye daring “Youth for Agriculture” sepanjang Juli 2025. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam praktik berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kampanye berlangsung melalui berbagai platform digital yang relevan dengan generasi muda, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Rangkaian kegiatan kampanye meliputi konten edukatif, siniar (podcast), kompetisi kreatif, hingga online dialogue forum. Konten yang disajikan menyoroti peran Gen Z sebagai agen perubahan, tantangan pertanian masa kini, serta cerita sukses generasi mudah yang telah berkarya di bidang ini.

Pada kampanye ini dibuat tiga episode podcast yang ditayangkan di kanal YouTube Unpad. Episode pertama menghadirkan Dr. Nur Syamsiyah, SP., MP., yang mengulas kondisi pertanian terkini dan urgensi regenerasi petani. Episode kedua menampilkan Nyayu Resti, profesional muda di bidang hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Sementara itu, episode ketiga bersama Natasha Mulyawan, Sales Strategic Analyst Segari, membahas perspektif hilir pertanian melalui platform supermarket daring.

Selain itu, kampanye ini juga menghadirkan kompetisi daring dengan tema ”Ide Pemuda untuk Ketahanan Pangan Indonesia”. Kompetisi yang ditujukan bagi mahasiswa S1 aktif ini berlangsung 30 Juni–25 Juli 2025 dengan kategori infografis dan video. . Lebih dari 120 karya kreatif yang diterima dan berpotensi diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. 

Pada 16 Juli 2025 melalui online dialogue forum bertema “Roots of Change: Youth Leading the Transition to Sustainable Food Systems”. Acara ini diikuti lebih dari 150 peserta. Prof. Dr. Tomy Perdana, SP., MM., CPLM., CSCM., Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademik dan sektor swasta.

“Kerja sama Syngenta Indonesia dengan Unpad sudah berlangsung lama, mulai dari riset hingga forum diskusi seperti ini. Semua diarahkan pada satu tujuan: mendorong peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Keynote speaker Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia, juga menyoroti tantangan regenerasi di sektor pertanian. “Generasi muda harus terus didorong untuk masuk ke bidang pertanian. Untuk itu, Syngenta Indonesia berkomitmen menghadirkan riset, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna menghadapi tantangan tersebut,” jelasnya.

Sesi online dialogue forum ini menghadirkan tiga pembicara muda yang inspiratif dari sektor pertanian: Muhammad Ridwan dari Koperasi Eptilu berbagi pengalaman memberdayakan petani hortikultura di Garut, Fuad Fithratur Rahman memaparkan program regenerasi petani di Jawa Barat, dan Ali Asad menjelaskan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan di Syngenta Indonesia.

Kampanye ini menegaskan bahwa kontribusi di sektor pertanian tidak terbatas pada profesi petani. Pada era digital, tantangan pertanian membutuhkan pola pikir terbuka, kolaborasi, penerapan teknologi, dan inovasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan generasi muda semakin terinspirasi dan termotivasi untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan membangun masa depan pertanian Indonesia.

Kampanye “Youth for Agriculture” merupakan sebuah kolaborasi strategis antara sektor swasta dan akademisi yang sama-sama memiliki perhatian terhadap generasi muda di bidang pertanian. Semua pihak bersatu (joint effort in sustainability) membentuk satu kesatuan (united one team) demi kemajuan pertanian Indonesia seperti yang tertuang dalam visi Petani MAJU Syngenta Indonesia.*  (Rilis: oleh Syngenta Indonesia)

Share this: