





[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Seminar dan Talkshow Kesehatan Usia Lanjut dengan tema “Tetap Sehat, Bahagia, dan Produktif di Usia Senja”, di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu, 26 Agustus 2025. Acara ini menghadirkan pakar kesehatan dan akademisi untuk berbagi ilmu serta motivasi dalam menghadapi proses penuaan secara sehat.
Ketua umum Dies Natalis Unpad ke-68, Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar dan talkshow yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis Unpad ke-68 ini merupakan bentuk perhatian Unpad kepada para sivitas akademika untuk menjalankan tugas dengan sehat dan sejahtera.
“Kita tidak ingin Dies Natalis Unpad dipandang hanya sebagai sebuah perayaan saja, melainkan juga sebagai usaha keluarga besar Unpad untuk menjadi sama-sama lebih sehat dan produktif,” jelas Andre dalam sambutannya.
Pada sesi pertama, Dr. Lazuardi Dwipa, SpPD-Kger, memaparkan pentingnya deteksi dini sindroma geriatri melalui SKILAS (Skrining Kesehatan Lansia Sederhana). Dalam pemaparannya, Dr. Lazuardi menekankan perbedaan antara lansia dan geriatri, yaitu merujuk pada lansia yang mengalami berbagai masalah kesehatan karena penurunan fungsi tubuh akibat penuaan.
Lazuardi menjelaskan bahwa semua orang yang mulai memasuki masa tua berharap dapat menua dengan sehat atau disebut juga healthy aging. Untuk mendapatkan masa tua yang sehat, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dan gaya hidup. Namun, faktor yang berperan sangat penting dan dapat dimodifikasi adalah pola hidup yang dijalani sehari-hari.
“Genetik itu seperti kode, tetapi bagaimana kode itu diterjemahkan dan diekspresikan dipengaruhi oleh gaya hidup kita. Ini yang disebut epigenetik. Mulai dari pola tidur, makanan, hingga tingkat stres, semua mempengaruhi,” jelas Lazuardi.
Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Endang Sutedja, dr., SpDV, juga memberikan motivasinya dalam sesi yang berjudul “Mengabdi Sepenuh Hati”. Sebagai akademisi, Prof. Endang menekankan bahwa bekerja adalah bentuk ibadah yang harus senantiasa dilakukan dengan sepenuh hati. Prof. Endang berharap bahwa sivitas akademika Unpad dapat terus berkontribusi bagi masyarakat lewat pengembangan ilmu dalam dunia pendidikan.
“Kita bersama-sama berperan menjaga iklim akademik, mengembangkan ilmu, dan berkontribusi bagi masyarakat. Tugas kita mendidik mahasiswa bukan hanya memberi ilmu dan keterampilan, tetapi juga membentuk perilaku dan menjadi role model,” ujar Prof. Endang.
Acara kemudian diikuti dengan sesi kedua, yang membahas tentang Kesehatan Mental dan Makna Hidup di Usia Lanjut oleh Dr. Maya Rosmayati Ardiwinata, M.Si., Psikolog. Dalam sesi tersebut, Maya menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai salah satu kunci mencapai kehidupan yang bermakna di masa tua.
“Seseorang yang sudah memasuki masa lansia, secara fisiologis, psikososial, dan finansial cenderung mengalami penurunan, sehingga upaya dalam menjaga kesehatan secara fisik, psikologis, spiritual, dan finansial diperlukan dalam menjaga kualitas hidup di usia senja,” ujar Maya. (Reporter: Jericho Masyiakh Metiary)






