Dukung Kampus Hijau, Unpad Lakukan Pendataan Kendaraan Bermotor yang Masuk ke Lingkungan Kampus

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran tengah melakukan pendataan kendaraan bermotor di lingkungan kampus sebagai upaya meningkatkan keamanan sekaligus mendukung inisiatif Kampus Hijau (Green Campus). Melalui sistem ini, Unpad dapat memantau aktivitas lalu lintas kendaraan dan memperkirakan jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari transportasi di lingkungan kampus.

“Alasan utama pendataan ini adalah untuk keamanan. Kami ingin mengetahui dengan jelas kendaraan apa saja yang masuk ke lingkungan kampus serta memfilter kendaraan dari luar yang selama ini bebas masuk tanpa pengecekan identitas,” papar Kepala Pusat Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (K3L) Universitas Padjadjaran, Dr. Irwan Ary Dharmawan, ketika diwawancarai oleh Kanal Media Unpad pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Bagi kendaraan yang tidak terdaftar dalam sistem, seperti ojek daring atau tamu dari luar kampus, Unpad tetap memberikan akses melalui Gerbang C (dekat Bale Wilasa 1). Setiap pengendara yang masuk melalui jalur ini akan menjalani proses pemeriksaan identitas oleh petugas keamanan sebelum diperbolehkan masuk ke area kampus. Langkah ini diterapkan untuk mengefisienkan proses pemeriksaan kendaraan tanpa mengganggu arus lalu lintas di seluruh gerbang utama.

Ke depan, sistem pendataan kendaraan ini juga akan diintegrasikan dengan identitas sivitas akademika melalui QR Code yang terdapat pada aplikasi SAUnpad. Integrasi ini berfungsi sebagai langkah mitigasi apabila sistem kamera mengalami kendala, seperti kesulitan mendeteksi plat nomor saat cuaca hujan. Selain itu, disiapkan pula opsi akses manual bagi tamu penting yang berkunjung ke Unpad.

Sementara itu, jejak emisi karbon di lingkungan Unpad saat ini masih tergolong terkendali. Melalui sistem pendataan kendaraan otomatis, universitas dapat memperoleh data akurat mengenai volume lalu lintas kendaraan di area kampus sebagai dasar perhitungan potensi emisi karbon. Informasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi Unpad dalam merumuskan kebijakan pengurangan emisi serta memperkuat komitmen terhadap implementasi program Kampus Hijau secara terukur dan berkelanjutan.

“Melalui sistem otomatis ini, kami juga dapat mencatat jumlah kendaraan yang masuk dan mengaitkannya dengan jejak karbon yang ditinggalkan di dalam kampus. Dari situ, Unpad bisa menyiapkan kebijakan untuk mengurangi emisi dan mendukung program Green Campus (Kampus Hijau),” ujar Irwan.

Penerapan sistem pendataan kendaraan akan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah pintu utama kampus. Pada tahap awal, ditetapkan empat titik utama di area Kampus Unpad bagian selatan sebagai lokasi penerapan sistem, yaitu Pintu A (dekat Rektorat Unpad), Pintu D (Tugu Makalangan), Pintu C (dekat Bale Wilasa 1), dan Pintu H (menuju Kampung Cinenggang). Di titik-titik tersebut akan dipasang gate system dengan kamera berteknologi kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi mendeteksi plat nomor kendaraan.

Polisi Tidur

Selain melalui sistem pendataan kendaraan, upaya peningkatan keselamatan di lingkungan kampus juga dilakukan dengan pemasangan polisi tidur (speed bump) di sejumlah titik rawan kecelakaan. Kebijakan ini didasarkan pada data insiden lalu lintas yang dihimpun oleh tim K3L, yang mencatat 19 kejadian kecelakaan di Kampus Unpad Jatinangor sepanjang April hingga September 2025.

Pemasangan polisi tidur dilakukan sesuai standar nasional, baik dari segi ketinggian maupun jarak antarjalur, guna menekan risiko kecelakaan di kawasan yang kerap dilalui kendaraan berkecepatan tinggi. Langkah ini juga dibarengi dengan penambahan rambu-rambu keselamatan di area kampus untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi seluruh sivitas akademika.

“Pemasangan speed bump (polisi tidur) ini didasarkan pada data kecelakaan yang terjadi di lingkungan kampus. Di beberapa titik sering terjadi insiden, sehingga perlu dilakukan penanganan untuk mengurangi risikonya,” ujar Irwan.

Melalui sistem terintegrasi ini, Unpad dapat memantau pergerakan kendaraan secara akurat, sehingga pengawasan keamanan semakin optimal dan potensi kehilangan dapat diminimalisasi. Upaya ini turut didukung dengan pemasangan polisi tidur dan rambu keselamatan di titik rawan kecelakaan sebagai langkah preventif. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unpad untuk menciptakan kampus yang aman, tertib, dan berwawasan lingkungan sesuai komitmen Kampus Hijau Unpad.*

Kepala Pusat Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (K3L) Universitas Padjadjaran, Dr. Irwan Ary Dharmawan. (Foto oleh: Dadan Triawan)*
Share this: