





[Kanal Media Unpad] Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. M. Fauzan Adziman, mengunjungi Universitas Padjadjaran untuk memberikan apresiasi kepada salah satu peneliti sekaligus dosen Unpad, Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc., atas prestasinya yang berhasil masuk dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia (World’s Top 2% Scientists) versi Stanford University dan Elsevier. Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa 14 Oktober 2025.
“Pondasi terpenting dari pembangunan teknologi dan ekonomi tetaplah sumber daya manusia. Karena itu, kami terus mendorong penguatan talenta sejak dini agar bisa menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sains dan teknologi Indonesia,” ujar Fauzan dalam diskusinya.
Prof. I Made Joni merupakan alumni Program Studi Fisika Instrumentasi Universitas Padjadjaran angkatan 1993 yang kini menjabat sebagai Profesor sekaligus Ketua Pusat Unggulan IPTEKS Functional Nano Powder (FiNder) Unpad University Center of Excellence (U-CoE). Melalui berbagai penelitian dan inovasi di bidang material nano, Prof. Made telah berkontribusi besar dalam pengembangan riset sains dan teknologi di Indonesia, serta mengantarkan namanya masuk dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford University dan Elsevier.
“Kami sangat senang apabila salah seorang dosen kami menjadi role model dan juga menjadi inspirasi, bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk mahasiswa, anak-anak SMA, dan peneliti lain,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Sementara itu, Prof. Made menjelaskan sejumlah riset yang sedang dikembangkan, salah satunya adalah penelitian terkait material graphene sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi energi nasional.
“Kami juga membantu transformasi energi dari batu bara menjadi graphene. Graphene ini berguna untuk baterai dan berbagai aplikasi teknologi. Kami sudah mengembangkan riset ini selama tiga tahun dan sedang menyiapkan project pilot,” ungkapnya.
Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga content creator bidang pendidikan, D.Sc.(Tech.) Imam Santoso, S.T, M.Phil., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapan agar keberhasilan Prof. Made dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan sivitas akademika.
“Dengan figur seperti Pak Made, kami berharap akan lahir idola-idola baru di bidang saintek, bukan hanya dari dunia hiburan, tetapi juga dari kalangan ilmuwan dan dosen yang berdampak,” ujar Iman.
Dalam kegiatan ini, PT Paragon Technology and Innovation turut memberikan apresiasi kepada Prof. Made atas dedikasi dan kontribusinya sebagai dosen berdampak yang menginspirasi. Bentuk apresiasi tersebut diwujudkan melalui dukungan sarana riset dan pembelajaran guna mendorong pengembangan inovasi serta peningkatan kualitas penelitian di Unpad.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Si., S.IP., M.T., M.Han., bersama jajaran pimpinan Unpad, perwakilan Kemdiktisaintek, serta PT Paragon Technology and Innovation. Usai diskusi, rombongan Kemdiktisaintek bersama jajaran Unpad dan PT Paragon berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium FiNder, yaitu Laboratorium Material Fungsional untuk Energi dan Laboratorium Teknologi Nano.
Melalui kegiatan ini, Unpad berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Capaian Prof. Made diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan peneliti muda untuk terus berinovasi, berprestasi, dan menghadirkan karya yang memberi manfaat luas bagi bangsa.*






