


[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali memperoleh rekognisi internasional dari lembaga pemeringkatan ternama QS Quacquarelli Symonds. Untuk pertama kalinya, Unpad berhasil menembus Top 100 Asia dengan menempati peringkat 96 pada QS Asia University Rankings (QS AUR) 2026 yang diumumkan Selasa 4 November 2025. Di lingkup nasional, Unpad berada di peringkat 6.
“Ini pertama kalinya Unpad berhasil menembus Top 100 di Asia. Hasil ini juga selaras dengan kenaikan Unpad di peringkat dunia QS World University Rankings yang diterbitkan Juni lalu. Selama ini kita fokus pada pengembangan ilmu dan kebermanfaatan Unpad untuk masyarakat, dan rekognisi internasional ini adalah bonus atau dampak dari apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan para mitra Unpad. Terima kasih,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Dalam rentang 6 tahun terakhir, peringkat Unpad di QS AUR terus mengalami peningkatan. Pada QS AUR 2021, Unpad berada di peringkat 238, lalu naik ke 192 di 2022, naik ke 191 di 2023, naik lagi ke peringkat 160 di 2024. Pada QS AUR 2025 tahun lalu, Unpad berada di peringkat 134. Tahun ini, QS AUR menilai 1.526 perguruan tinggi di Asia dan 91 diantaranya merupakan perguruan tinggi dari Indonesia.
Penilaian QS AUR didasarkan pada 11 indikator, yaitu faculty student ratio, employer reputation, international faculty ratio, academic reputation, international research network, inbound exchange students, outbond exchange students, staff with PhD, international students ratio, papers per faculty, dan citations per paper.
Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Prof. Mohamad Fahmi, menyampaikan bahwa capaian Unpad yang untuk pertama kalinya menembus Top 100 Asia ini merupakan hasil konsistensi seluruh sivitas akademika dalam memperkuat reputasi akademik, riset, dan kolaborasi global.
“Tahun ini, indikator academic reputation dan international research network Unpad mengalami peningkatan paling signifikan, mencerminkan semakin luasnya pengakuan terhadap kualitas akademik dan jejaring riset internasional Unpad. Rekognisi ini bukan sekadar angka peringkat, melainkan cerminan dari arah transformasi yang tepat menuju universitas berkelas dunia yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Fahmi.*
