Pimpinan Unpad Lakukan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ekspedisi Patriot di Komodo-Sano Nggoang NTT

Sejumlah pimpinan Unpad melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Unpad di Komodo-Sano Nggoang, tepatnya di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 15-16 November 2025. (Foto oleh: Pusat Pengembangan Pengabdian Masyarakat Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Pimpinan Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Unpad di Komodo-Sano Nggoang, yaitu di Desa Macang Tanggar, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 15-16 November 2025.

Hadir dalam monev tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusya Hinduan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan, dan Pengelolaan Bisnis Unpad. Prof. Maman Setiawan, Dekan Fakultas Farmasi. Prof. Ajeng Diantini, dan Dekan FTIP Unpad, Dr. Sarifah Nurjanah.

“Saya merasa senang dapat hadir di kawasan transmigrasi untuk melihat dari dekat mahasiswa, alumni, dan dosen berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk memetakan berbagai potensi dan permasalahan di Kawasan Komodo- Sano Nggoang,” ujar Prof. Zahrotur Rusya.

Ekspedisi Patriot merupakan inisiatif strategis Kementerian Transmigrasi dalam membangun ekosistem kawasan transmigrasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan pembangunan kawasan transmigrasi yang selama ini terfragmentasi, belum sepenuhnya berbasis data, dan kurang mengintegrasikan potensi lokal dengan desain kelembagaan ekonomi yang kuat.

Senada dengan itu, Prof. Maman Setiawan, juga mendukung program Ekspedisi Patriot dari Kementrian Trasmigrasi R.I. Menurutnya, riset dan pengabdian kepada masyarakat Tim Ekspedisi Patriot dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan dan potensi-potensi yang ada di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

“Tim bisa mencari solusi bagaimana mendorong kawasan transmigrasi lebih maju, masyarakat berdaya, sehingga bisa setara dengan daerah lainnya, juga dapat mendorong para investor untuk hadir dengan pemetaan berbagai komoditas unggul, pemetaan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” ujar Prof. Maman.

Pada Ekspedisi Patriot tahun 2025, ada tujuh kampus yang menjadi mitra termasuk Unpad. Dari 34 lokus wilayah kerja Tim Unpad, 2 di antaranya di Komodo-Sano Nggoang, NTT, meliputi UPT Longge, UPT Nggorang, dan UPT Sano Nggoang yang merupakan kawasan persiapan untuk pemukiman transmigrasi lokal.

Tim pertama diketuai Hardian Eko Nurseto, S.Sos., M.Si., dosen Antropologi FISIP Unpad dengan output 1 yaitu, Rekomendasi untuk Evaluasi Kawasan Transmigrasi. Tim kedua diketuai Dr. Taufik Ampera, M. Hum., dosen Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Unpad dengan output 2, yaitu Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Spesifik Tiap Kawasan Transmigrasi: Penyusunan Desain Jangka Pendek, Menengah, Jangka Panjang Pengembangan Komoditas Unggulan 1 Spesifik Tiap Wilayah.

Sementara itu, Dekan FTIP Unpad, menyampaikan harapannya, bahwa melalui berbagai kegiatan di lapangan dapat terwujud implementasi nyata untuk menyelaraskan antara potensi yang ada dengan kebutuhan, khususnya aspek perekonomian di Labuan Bajo, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga transmigrasi.

Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Ajeng Diantini, menyampaikan rasa senangnya dapat melihat secara langsung upaya pemerintah untuk menyejahterakan warga transmigrasi melalui Ekspedisi Patriot, meskipun banyak kendala yang dihadapi.

“Harapannya, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini dapat tepat sasaran serta ke depannya ada kesinambungan program yang telah dicanangkan,” ujar Prof. Ajeng.* (Rilis oleh: Pusat Pengembangan Pengabdian Masyarakat Unpad)

Share this: