





[Kanal Media Unpad] Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam rangka melakukan diskusi terkait upaya meningkatkan kapasitas serta penguatan layanan keterbukaan informasi publik di Ruang Rapat Bersama Livin, Gedung Rektorat Kampus Jatinangor pada Selasa, 25 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Kelompok Fungsi Komunikasi Publik Bapeten, Abdul Qohhar, S.Si., MT., memaparkan bahwa unit Komunikasi Publik Bapeten berada di bawah Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, dan memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan informasi dan edukasi kepada publik.
“Kami hanya beranggotakan sembilan orang, tetapi tugas kami sangat banyak, terutama terkait edukasi publik. Kami ingin memperkuat kualitas layanan informasi agar publik dapat semakin percaya terhadap kinerja pengawasan Bapeten,” ujar Abdul Qohhar.
Ia juga memberi gambaran mengenai pentingnya keterbukaan informasi di lembaganya. Bapeten mengawasi berbagai pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia yang tidak hanya PLTN, tetapi juga rontgen, CT scan, radioterapi, hingga aplikasi industri dan pertanian.
“Banyak informasi yang muncul dari proses regulasi, perizinan, dan inspeksi. Jika layanan informasi publik kami baik, masyarakat akan lebih percaya bahwa pengawasan tenaga nuklir dilakukan secara benar dan transparan,” jelasnya.
Pertemuan ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik antara kedua lembaga. Tim Unpad menyampaikan pengalaman, tantangan, dan strategi terkait tata kelola PPID, termasuk pengelolaan informasi yang wajib diumumkan serta informasi yang dibatasi oleh regulasi.
Direktur Kelembagaan dan Tata Kelola Unpad, Ika Komalasari, menegaskan bahwa Unpad bukan lembaga yang merasa paling unggul, tetapi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan.
“Kami juga masih belajar. Namun, kami membuka diri untuk saling bertukar pengalaman agar layanan keterbukaan informasi publik bisa semakin berkualitas,” ujarnya.* (Reporter: Jericho Masyiakh Metiary)



