Pimpinan Unpad Tinjau Pelaksanaan Ekspedisi Patriot di Lokus Transmigarasi Batutua-Nusamanuk NTT

Foto bersama pimpinan Unpad, Tim Ekspedisi Patriot dan warga Kawasan Transmigrasi Batutua–Nusamanuk, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat pelaksanaan monev pada Jumat 21 November 2025. (Foto oleh: Pusat Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad)

[Kanal Media Unpad] Pimpinan Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Ekspedisi Patriot Unpad di Kawasan Transmigrasi Batutua–Nusamanuk, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat 21 November 2025. Di kawasan ini, Unpad menurunkan dua tim yang telah bekerja selama hampir tiga bulan.

Kegiatan monev tersebut dih oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas, Prof. Mohamad Fahmi, Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, Ph.D., serta Kepala Pusat Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Irfan Zidni, Ph.D. Unpad juga sudah melakukan komunikasi dengan universitas lokal yaitu Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk bersinergi dalam kegiatan di lokus transmigrasi.

Tim pertama dari Unpad diketuai oleh dr. Dani Ferdian, M.K.M., Sp.KKLP., Subsp. COPC, beranggotakan Givanka Amalya Yuda, Friyona Dewi Fortuna, Jessica, dan Tazkya Fatimah Azzahrany. Tim ini bertugas menyusun kajian evaluasi sebagai dasar rekomendasi pengembangan kawasan transmigrasi Batutua–Nusamanuk yang menjadi output 1 program Ekspedisi Patriot.

Tim kedua yakni tim yang bertugas menyelesaikan output 2 Ekspedisi Patriot, dipimpin oleh Dr. Siti Nurhasanah, S.TP., M.Si, dengan anggota Nindi Ika Nurhidayah, Renalda Alvendria, Iwang Fadillo, dan Syfa Rakhmalia Darmoningsih. Tim ini berfokus pada perancangan desain pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

“Terima kasih atas kerjasamanya. Kami berharap kolaborasi Unpad, Kementerian Transmigrasi, serta Dinas Transmigrasi Kabupaten Rote Ndao dapat terus berlanjut. Apabila ke depan Kabupaten Rote Ndao membutuhkan dukungan atau kerja sama lanjutan dengan Universitas Padjadjaran, kami siap untuk membantu, seperti pengembangan komoditas unggulan atau kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat lainnya,” ujar Prof. Rizky Abdulah.

Rote Ndao masih tergolong wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sehingga kebutuhan dasar seperti rumah layak huni bagi transmigran lokal masih memerlukan perhatian. Pemerintah pusat sebelumnya juga telah membuka peluang penambahan transmigran dari luar daerah, namun proses tersebut belum dapat dilaksanakan karena kebutuhan infrastruktur dasar belum terpenuhi sepenuhnya dan sebagaimana mestinya. Keterbatasan kapasitas daerah dalam pengumpulan data, pemetaan potensi, dan penyusunan kajian teknis membuat keberadaan Ekspedisi Patriot Unpad sangat membantu. Selama ini, daerah masih bergantung pada dukungan pusat dan efisiensi anggaran membuat kegiatan survei lapangan menjadi semakin terbatas.

Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Unpad, Prof. Mohamad Fahmi menyampaikan rasa bangganya kepada tim Ekpesdisi Patriot yang selalu semangat dan bekerja keras melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat dengan optimal di lokus transmigrasi. Sehingga perlu dilaksanakan keberlanjutan program kedepan agar temuan-temuan yang didapatkan dapat diberikan solusinya. Potensi ini bisa dikembangkan mengingat banyaknya para peneliti yang ahli sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.

Di sisi sumber daya manusia, akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi masih terbatas. Program studi yang tersedia di wilayah tersebut (Universitas Nusa Lontar) belum sepenuhnya menjawab kebutuhan, sehingga sebagian pelajar memilih studi ke luar daerah dan tidak selalu kembali setelah menyelesaikan pendidikan. Bukan tanpa alasan, mereka memilih untuk tidak kembali karena minimnya lapangan pekerjaan di kawasan ditambah dengan proyeksi karir yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan tenaga terampil untuk mengembangkan sektor strategis di wilayah tersebut karena minimnya sosok penggerak yang terampil.

Sektor pertanian dan peternakan setempat juga sebagian besar masih dikelola secara tradisional. Komoditas seperti semangka dan bawang merah menjadi potensi unggulan kawasan, namun pengembangan hilir dan peningkatan nilai tambah masih terhambat oleh keterbatasan modal. Pemerintah daerah telah melakukan pelatihan pengolahan bawang goreng, tetapi produk yang dihasilkan masih berskala rumah tangga dan sebagian besar panen dijual langsung ke pasar dalam bentuk mentah karena keterbatasan akses pasar dan kekhawatiran produk olahan tidak terserap.

Dalam kesempatan tersebut, drg. Erli Sarilita, Ph.D., menyampaikan bahwa Unpad siap mendukung kebutuhan pelatihan bagi transmigran maupun masyarakat sekitar. “Apabila ada kebutuhan pelatihan, silakan disampaikan melalui dinas terkait di kabupaten maupun provinsi. Kami siap membantu dan menindaklanjuti hasil yang sudah dikerjakan tim di lapangan,” ujarnya.

Hal ini diperkuat oleh rencana Unpad untuk terus menindaklanjuti temuan mahasiswa serta membuka peluang kerja sama baru, termasuk penguatan kapasitas masyarakat sebagaimana yang telah dilakukan Unpad di berbagai daerah lain.

Menutup kunjungan, Irfan Zidni, Ph.D. menegaskan bahwa Ekspedisi Patriot membuka peluang memperluas jangkauan pengabdian Unpad. “Bagi kami, program ini memperluas ruang kontribusi Unpad yang selama ini banyak berfokus di Jawa Barat. Melalui TEP, Unpad dapat berkiprah di kawasan transmigrasi dari Sabang sampai Merauke.”

Diskusi dilanjutkan bersama salah satu tokoh di Kawasan Transmigrasi, yaitu Kepala Desa Oenggaut, dengan meninjau langsung kondisi eksisting serta potensi lahan yang belum termanfaatkan di Satuan Pemukiman Oenggaut yang saat ini hanya dihuni oleh 16 KK dari sebelumnya 100 KK. Kepala Desa Oenggaut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Patriot. Ia menilai rencana tindak lanjut dari Kementerian Transmigrasi serta kunjungan dari pimpinan Universitas Padjadjaran menunjukkan bukti adanya respons positif dan membuka peluang kerja sama dalam mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi lokal.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini memperkuat komitmen Unpad untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset, pendampingan, dan kolaborasi lintas lembaga demi percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Tim Ekspedisi Patriot, Unpad membuktikan bahwa dampak pengabdiannya mampu menjangkau hingga titik paling selatan Indonesia dengan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat di Kawasan Transmigrasi.* (Rilis oleh: Pusat Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad)

Share this: