





[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Januari-Februari 2026 yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada 18-19 Desember 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan, dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Maman Setiawan. Dalam sambutannya, Prof. Maman menyampaikan bahwa pada periode KKN Januari-Februari 2026, Unpad akan menerjunkan sebanyak 3.416 mahasiswa yang didampingi oleh 203 dosen pembimbing lapangan ke sekitar 200 desa di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Indramayu.
“Ini merupakan komitmen Unpad dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Desa lokasi KKN diharapkan dapat menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa,” ujar Prof. Maman.
Prof. Maman menjelaskan bahwa KKN Unpad dirancang sebagai pembelajaran kolaboratif berbasis permasalahan nyata. Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kepekaan sosial, kemampuan bersosialisasi, serta kapasitas kepemimpinan di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan KKN juga diharapkan menghasilkan umpan balik dua arah antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.
Lebih lanjut, Prof. Maman menambahkan bahwa tema KKN di masing-masing wilayah harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Di Kabupaten Sumedang, KKN mengusung tema “Desa Cantik”, sementara di Kabupaten Indramayu difokuskan pada pengentasan kemiskinan.
“Mohon bantuan para dosen pembimbing lapangan agar program-program di desa dapat diarahkan sesuai tema tersebut. Program dapat meliputi bidang kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial kemasyarakatan, dengan tujuan menjadikan desa lebih tertata, cantik, dan berdaya secara ekonomi,” kata Prof. Maman.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mengaktualisasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Herman mengatakan bahwa berbagai program yang dijalankan, baik oleh pemerintah maupun perguruan tinggi, pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami telah membangun kesepakatan dengan Unpad. Insya Allah akan kami tindak lanjuti dalam bentuk fasilitasi pengabdian masyarakat, pendidikan, pelatihan, hingga riset dan pengembangan. Kehadiran mahasiswa KKN harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.*






(Foto oleh: Jalasenastri Saprala dan Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)
