[Unpad.ac.id, 5/02/2014] Sejak kecil, Suwanda Wahyudin sudah terbiasa hidup sederhana. Lulusan Sarjana Fakultas Kedokteran Unpad ini sejak kecil terbiasa membantu ayahnya bekerja sebagai buruh tani. Namun Suwanda memiliki cita-cita mulia. Sejak menginjak bangku SMA, ia bercita-cita menjadi dokter karena ingin membantu orang lain sebagai bentuk ibadah.

Cita-citanya ini pun didukung orang tuanya. Walaupun hidup sederhana dan sibuk membantu orang tuanya bekerja, tapi Suwanda merupakan siswa yang berprestasi di sekolahnya. Ketika SMA, karena sudah ada niat ingin masuk kuliah, Suwanda meminta izin pada orang tuanya untuk berhenti bekerja karena harus belajar lebih giat lagi. “Mangga, sok aja, belajar yang benar, sok sama Bapak diusahain bekerja mah,” tutur Suwanda mencontohkan apa yang disampaikan orang tuanya dulu.
Berbekal informasi dari sekolah dan internet, Suwanda mendaftar Bidikmisi untuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Ia pun tak menyangka bisa lolos seleksi dan berhasil menjadi seorang mahasiswa kedokteran. “Awalnya tidak menyangka. Kaget. Enggak nyangka bahwa ada kesempatan besar yang bisa diperoleh. Dan Alhamdulillah disyukuri,” tuturnya.
Suwanda merupakan salah satu dari 500 mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan pertama yang diterima Unpad. Pria kelahiran 25 April 1992 ini telah lulus Sarjana Kedokteran FK Unpad sejak Januari 2014 lalu dengan skripsinya yang berjudul “Hubungan antara Kegemukan dengan Hipertensi pada Penduduk Lanjut Usia di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang”, baru saja diwisuda pada Prosesi Wisuda Lulusan Gelombang II Unpad Tahun Akademik 2013/2014 Sesi II, Selasa (4/01) kemarin di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Bandung.
Alumni SMAN 1 Lembang ini memang siswa berprestasi di sekolahnya. Ia selalu menjadi juara umum setiap tahunnya. Prinsip yang ia pegang, ia akan selalu berusaha memaksimalkan diri, baik itu di kegiatan akademik maupun di kegiatan lainnya. Keterbatasan biaya pun tidak menjadikannya halangan untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Sempat kepikiran sekolah mahal. Tapi selalu diingatkan sama guru yang selalu menginspirasi saya ketika SMP. Jangan takut dengan biaya. Kalau memang punya cita-cita, kerjarlah, walaupun itu susah. Ada keinginan pasti ada jalan,” ujar Suwanda yang berhasil lulus dengan IPK 3,54 ini.
Sebagai penerima Bidikmisi, Suwanda menuturkan banyak manfaat yang ia peroleh. Selain kuliah di perguruan tinggi negeri secara gratis, ia juga mendapatkan uang saku setiap bulan dan fasilitas asrama di tingkat pertama ia kuliah. Di tingkat berikutnya, ia mengaku mendapatkan bantuan dari fakultas untuk mencari pemondokan. Dengan demikian, Suwanda tidak membebani orang tuanya.
“Unpad telah memberikan apresiasi yang baik buat anak-anak Bidikmisi, terutama pengelolaan hak dan kewajiban anak-anak Bidikmisi,” tutur pria asal Lembang ini.
Saat diwawancara sebelum prosesi wisuda digelar, Suwanda menyampaikan ucapan terima kasihnya pada Unpad dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI atas kesempatan yang ia peroleh hingga menjadi sarjana kedokteran. Ia yang kini sedang melanjutkan studi profesi di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK Unpad ini pun mengharapkan bantuan pemerintah untuk melanjutkan pendidikannya. *
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *
